/
Minggu, 18 Juni 2023 | 14:38 WIB
Puan Maharani dan AHY (Antara)

Suara Sumatera - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bertemu di Plataran Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2023).

AHY yang memakai kaus biru berlambang burung garuda datang dari Sudirman-Thamrin. Sementara Puan yang mengenakan pakaian hitam berolahraga dari Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertemuan itu berlangsung selama 1 jam. Puan mengatakan bahwa perbincangannya dengan AHY terasa seperti obrolan antara kakak dan adik.

"Banyak sekali yang bisa di-omongin, bisa seperti kakak dan adik. Tadi Mas AHY bilang, 'Mbak, boleh, ya, saya menganggap Mbak sebagai kakak?' Ya, iya, dong," kata Puan melansir Antara. 

Puan mengatakan bahwa PDI Perjuangan telah menanti-nantikan pertemuan dengan AHY. Melalui pertemuan itu, PDIP dan Demokrat menyepakati bahwa komunikasi politik antara kedua partai tidak boleh berhenti sampai pertemuan ini.

"Politik itu penuh dengan dinamika, sangat dinamis, jadi untuk bisa mencapai satu titik temu di tengah saja, perlu waktu untuk bicara-bicara terus," ungkap Puan. 

Namun, kalau tidak pernah bertemu, kata Puan, maka tidak pernah bicara, berpotensi menimbulkan miskomunikasi.

"Jadi, ini mungkin pertemuan yang pertama. Akan tetapi, Insya Allah bukan pertemuan yang terakhir," ucap Puan.

Sementara itu, AHY mengungkapkan bahwa politik rekonsiliasi sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Kapolda Jateng Komitmen Berantas Kasus Perdagangan Manusia, 3 Wilayah Ini Paling Rawan

"Untuk bangsa dan negara, politik rekonsiliasi semacam ini sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat Indonesia," cetus AHY.

Menurut AHY, PDIP dan Demokrat merupakan dua partai yang memiliki pengalaman sebagai partai penguasa, sekaligus memiliki pengalaman sebagai partai oposisi.

Dirinya juga sempat menyinggung soal komunikasi dan hubungan antarpartai yang belum bisa berjalan sebaik yang diharapkan sejak 2004.

"Akan tetapi, hadirnya kami berdua mudah-mudahan juga menjadi oase," jelas AHY.

AHY berharap agar pertemuan dengan Puan Maharani dapat membuka ruang dialog, sehingga bisa mencari solusi, bisa berbicara bersama, walaupun belum pasti pada posisi dan sikap yang sama.

"Silaturahmi tadi tentu tidak hanya membicarakan politik praktis, politik Pemilu 2024, tetapi banyak lagi isu kebangsaan, isu negara, isu rakyat yang bisa kita rajut bersama," kata AHY.

Load More