Suara Sumatera - Tokoh pergerakan Sri Bintang Pamungkas memberikan tanggapan mengenai ajakan sejumlah tokoh untuk bergerak bersama turun ke jalan atau menggelar people power menuntut agar Presiden Jokowi mundur.
"People power dalam sejarah pergerakan dunia, tidak lain adalah tujuannya untuk menjatuhkan presiden atau pemerintah yang zalim," kata Sri Bintang dalam acara "Suara Lantang People Power Makin Gencar, Rakyat bertanya: Kapan Perubahan?' yang digelar Hizbullah Indonesia Gelombang Perubahan, Kamis (23/06/2023).
Dari sejarahnya, gerakan people power itu pertama kali terjadi saat rakyat Philipina muak dengan kepemimpinan zalim dari Presiden Ferdinand Marcos.
"People power itu artinya kekuataan rakyat, itu pernah terjadi saat rakyat melawan presiden Philiphina Ferdinand Marcos dan tumbang, dilaknat oleh rakyat, bahkan dia lari keluar negeri jasadnya mau dipulangkan saja ditolak," tambahnya.
Dia menilai menjatuhkan pemerintahan itu hal biasa dan sudah terjadi di mana-mana.
"Rezim yang zalim itu memang harus jatuh, dan itu hal biasa, karena ini terjadi di mana-mana ada yang mengistilahkan dengan impeachment," kata mantan anggota DPR dari PPP tersebut.
Sri Bintang menjelaskan di Indonesia juga pernah terjadi peristiwa politik saat rezim dijatuhkan dan diganti dengan rezim yang baru.
"Nah di kita sendiri ada, jaman UUD 1945 yang asli itu dengan mudah di-impeachment terhadap presiden dan di sidang istimewa MPRS, karena presiden adalah mandataris dari MPRS, contoh Bung Karno itu dijatuhkan," tegasnya.
"Mestinya Pak Suharto juga dijatuhkan lewat MPR, tapi kan karena MPR sedang diduduki oleh rakyat maka dia mundur," jelasnya.
Baca Juga: Koalisi Perubahan: InsyaAllah Anies Umumkan Cawapres Sepulang Ibadah Haji
Ia menilai jangan sampai ketika gerakan people power terjadi, pihak pemerintah lalu sekaligus dengan cepat menuduh ingin melakukan makar.
"Ini buktinya nyata rakyat menjatuhkan itu enggak apa-apa, jangan dituduh makar dan gerakan kita ini untuk memulai sebuah perubahan, kembali ke UUD 1945 yang asli, rezim dijatuhkan, dan dibentuk rezim baru. Kalau perlu enggak pakai pemilu, Pak Harto itu menggantikan Bung Karno itu tanpa harus Pemilu. Menjatuhkan pemerintah itu biasa saja," jelas mantan pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia tersebut.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Ditersangkakan KPK? Bisa Picu Aksi Poeple Power
-
Menantu Amien Rais: People Power itu Demokrasi
-
SBY, Surya Paloh Disarankan Bergabung Dengan Amien Rais Bikin 'People Power'
-
Aksi Demokrat Melawan Moeldoko: Sumpah Serapah, People Power, SBY Siap Demo
-
Lantang Diserukan Amien Rais di Solo, Apa Arti People Power?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran
-
Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS
-
Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono
-
Suzuki Fronx Pajaknya Berapa? Ini Update Harganya Per Maret 2026
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
1700 Hari Nganggur, Zinedine Zidane Sepakat Latih Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Review The Defects: Ketika Anak Bisa 'Diretur' seperti Barang Rusak
-
Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
5 Rekomendasi Mobil SUV 7 Seater untuk Jangka Panjang