/
Minggu, 25 Juni 2023 | 13:57 WIB
Butet Kartaredjasa.(Youtube/ButetKartaredjasa) (YouTube ButetKartaredjasa)

Suara Sumatera - Budayawan Butet Kartaredjasa mencuri perhatian publik dalam puncak perayaan Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. 

Saat membacakan pantun di hadapan para kader dan simpatisan PDI Perjuangan, Butet menyindir adanya calon presiden (Capres) pandir dan si hobi culik.

Mulanya Butet berpantun mengenai PDIP yang semangat meneruskan kebaikan, tidak seperti kelompok lain yang ingin perubahan. Dirinya lalu mengucapkan soal banjir dan otak pandir, diduga menyindir salah satu capres? 

"Di sini menyebutnya banjir, di sana menyebutnya air yang parkir. Begitulah kalau otaknya pandir," katanya dilihat dari akun TikTok Kontener Kondang, Minggu (25/6/2023). 

Butet kemudian membacakan pantun soal adanya sosok yang diincar oleh KPK karena nyolong, namun malah koar-koar mau dijegal. 

"Pepes ikan dengan sambel terong, semakin nikmat tambah daging empal. Orangnya diteropong KPK karena nyolong, eh lha, kok koar-koar mau dijegal," ungkap Butet. 

Bukan itu saja, Butet juga mengungkap sosok jagoan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024.

"Jagoan Pak Jokowi rambutnya putih, gigih bekerja sampai jungkir balik," ucapnya. 

Yang paling mengejutkan saat Butet mengucapkan jika hati seluruh rakyat Indonesia akan sedih kalau dipimpin presiden yang hobinya menculik.

Baca Juga: Akun Media Sosial Tetiba Hilang, Lady Nayoan Terima Banyak Simpati Netizen

"Hati seluruh rakyat Indonesia pasti akan sedih, jika kelak ada presiden hobinya kok menculik," tegasnya. 

Pantun Butet Kartaredjasa ini seolah menyindir pedas capres yang pandir dan hobi menculik langsung viral. Kader Demokrat yang mendengar dibuat kepanasan. 

"Dizaman pak SBY dia sangat banyak mengkritik namun dulu aku masih menganggap tinggi mas Butet ini," kata Jansen Sitindaon lewat cuitan di akun twitter. 

Menurut Jansen, Butet bukan lagi budayawan tapi sekadar seniman komersil yang partisan. 

"Namun sekarang sah sudah. Dia ini kelasnya memang bukan Budayawan, tapi sekedar seniman komersil saja dan partisan. Jadi jangan terlalu tinggi lagi kita melihat dia!" katanya. 

Kader Demokrat lain, Rachland Nashidik juga turut mengomentari pantun Butet. 

Load More