/
Rabu, 05 Juli 2023 | 17:16 WIB
Ilustrasi - Kebocoran data paspor viral. (Suara.com/Rochmat)

Suara Sumatera - Sebanyak 34 juta data paspor warga Indonesia diduga bocor dan diperjualbelikan. Bjorka diduga menjadi dalangnya. Hal tersebut disampaikan Pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto di akun Twitternya, dikutip Rabu (5/7/2023). 

"Buat yang udah pada punya paspor, selamat karena 34 juta data paspor baru aja dibocorkan & diperjualbelikan," cuitnya. 

Teguh menyebut data yang bocor di antaranya nomor paspor, tanggal berlaku paspor, nama lengkap, tanggal lahir, dan jenis kelamin.

"Data yang dipastikan bocor diantaranya no paspor, tgl berlaku paspor, nama lengkap, tgl lahir, jenis kelamin dll. Ini @kemkominfo sama @BSSN_RI selama ini ngapain aja ya?," sambungnya.

"Di portal tersebut pelaku juga memberikan sampel sebanyak 1 juta data. Jika dilihat dari data sampel yang diberikan, data tersebut terlihat valid. Timestampnya dari tahun 2009-2020," katanya. 

Dalam tangkapan layar yang unggah terlihat harga yang dipatok untuk 34 juta data paspor ini adalah USD 10 ribu atau di kisaran Rp 150 juta.

Terdapat  pula informasi soal kapasitas data compressed dan uncompressed sebesar 4GB, jumlah data sebesar 34.900.867, dibobol pada Juli 2023, format CSV, dan negara Indonesia. Postingan itu mendapat beragam komentar dari netizen. 

"Ternyata beneran negara open source, mana datanya cuman dijual 150 jt lagi," tulis netizen. 

"Negara open source!," ungkap netizen. 

Baca Juga: Sudah Musim Kemarau tapi Wilayah DIY Masih Diguyur Hujan, Begini Penjelasan BMKG

"Ini negara source codenya di share di grup facebook atau gmn sih, bocor mulu," kata netizen.  

Load More