News / Nasional
Minggu, 08 Februari 2026 | 18:04 WIB
Penyandang disabilitas Muhammad Sapi’i menerima bantuan ATENSI berupa motor roda tiga untuk menunjang usaha servis elektroniknya. Bantuan diserahkan oleh perwakilan Sentra Insyaf di Medan pada 30 Januari 2026. (Dok: Humas Ditjen Rehsos)

Suara.com - Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial kembali menghadirkan harapan bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dirasakan oleh Muhammad Sapi’i, yang kini mampu menjalankan usaha secara lebih mandiri berkat bantuan motor roda tiga.

Muhammad Sapi’i, yang akrab disapa Pi’i atau Wak Keple, merupakan pria berusia 62 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi servis elektronik keliling di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan gaya berjalan yang khas akibat keterbatasan fisik, sosoknya mudah dikenali warga sekitar. Namun, kondisi tersebut tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus bekerja mencari nafkah.

Keahlian Pi’i dalam memperbaiki peralatan elektronik sudah ia tekuni sejak usia 15 tahun, mengikuti jejak profesi sang ayah. Meski memiliki keterampilan yang mumpuni, perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Sekitar empat tahun lalu, ia pernah memiliki becak motor yang digunakan untuk mengangkut barang elektronik milik pelanggan.

Kendaraan tersebut menjadi sarana utamanya berkeliling desa untuk menerima dan mengantarkan barang servis. Namun, situasi ekonomi yang sulit serta kebutuhan biaya pengobatan memaksanya menjual becak tersebut.

“Becak itu saya jual buat berobat. Mau gimana lagi, waktu itu kondisi betul-betul susah,” ujarnya lirih.

Setelah kesehatannya membaik, Pi’i berusaha bangkit dengan kembali menerima panggilan servis dari warga. Namun, ia harus menyewa kendaraan orang lain untuk mengangkut peralatan kerja maupun barang pelanggan. Dari penghasilan sekitar Rp130 ribu per hari, sebagian harus ia keluarkan untuk biaya sewa transportasi.

“Kadang yang tersisa enggak banyak. Tapi ya disyukuri saja, yang penting masih bisa kerja,” kata Pi'i.

Harapan baru datang ketika Pi’i terpilih sebagai penerima bantuan ATENSI berupa motor roda tiga yang disalurkan melalui Sentra Insyaf Medan pada 30 Januari 2026. Bantuan tersebut menjadi titik balik yang sangat berarti bagi kelangsungan usahanya.

Kebahagiaan terpancar dari wajah Pi’i saat pertama kali menerima kendaraan tersebut. Ia tampak antusias mencoba motor roda tiga di halaman Sentra Insyaf.

Baca Juga: Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah

“Alhamdulillah, sekarang tidak perlu menyewa kendaraan lagi. Bantuan ini sangat membantu saya,” katanya penuh rasa syukur.

Dengan adanya motor roda tiga, Pi’i kini dapat lebih leluasa menjemput dan mengantarkan barang elektronik milik pelanggan tanpa tambahan biaya operasional. Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan pendapatan sehari-hari sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidup ketiga anaknya.***

Load More