Suara Sumatera - Staffan Qabiel Horito ternyata mempunyai keinginan bergabung ke klub raksasa Spanyol, Barcelona. Sedari dini, anak pasangan David Horito dan Indriani ini memilih perjuangan panjang untuk dapat mewujudkan cita-citanya.
Passion Staffan di dunia sepakbola sangat tinggi, mulai dari lapangan merah berdebu di Jakarta hingga ke lapangan di Spanyol, negeri yang jauh dari kampung halaman dijajalnya.
Kepada suara.com, David Horito bercerita perjuangan anaknya dalam merajut cita agar dapat bermain di level tertinggi sepakbola, yakni bergabung dengan klub Barcelona.
"Kami sebagai orang tua melihat Staffan agak beda dalam mengolah bola sejak usia 3 tahun. Lalu kok dia makin lama makin suka dengan bola," katanya, Selasa (11/7/2023).
Melihat bakat Staffan dalam olahraga sepakbola, keluarga lalu memasukannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Simprug pada usai 5 tahun.
"Pada usia 6 tahun lebih saya masukkan ke SSB Asiop dulu masih bernama Asiop Apacinti," ujarnya.
Staffan pada saat kecil dipegang langsung oleh legenda sepakbola Indonesia, yakni almarhum Ronny Pattinasarani.
"Dan almarhum om Hen. Di Asiop sampai usia 12 tahun," imbuhnya.
Dalam perjalanannya, kata David, Staffan pindah ke SSB Indonesia Rising Star, SBAI, EDF LaLiga, lalu mendarat di Persija Barat FC.
Di EDF LaLiga Staffan mulai mengenal gaya permainan ala Spanyol. Hal ini dikarenakan saat itu Head Coach (Jaime Olivares) berasal dari Spanyol. Dari situlah David kerap bertukar pendapat dengan coach Jaime terkait akademi maupun klub usia muda di sana.
Berkat kemandirian, disiplin dan kemauan kerasnya, akhirnya membawa Staffan bergabung ke Sant Cugat FC, yang merupakan klub satelit Barcelona.
"Target jangka panjangnya tentunya bermain di klub besar seperti Barcelona FC. Kebetulan Staffan sudah berada di jalur yang tepat yaitu bermain di Sant Cugat FC. Sant Cugat FC adalah salah satu klub satelit Barcelona FC," jelasnya.
Tak main-main, Staffan ternyata memiliki peran membantu Sant Cugat FC menjuarai Liga Juvenil Segona Divisío.
"Musim ini dia alhamdulillah dipercaya main sebagai first eleven di 30 game dari total 34 game dalam satu musim, sehingga membantu Sant Cugat FC C juara liga Juvenil Segona Divisío. Musim depan Staffan diproyeksikan naik kasta ke Sant Cugat FC A yang berkompetisi di Juvenil Preferente," ungkapnya.
David mengatakan pihak keluarga sangat mendukung Staffan, pesepakbola muda yang dipanggil untuk bergabung dalam Timnas Indonesia U-17 dalam event Piala Dunia.
"Keluarga support kemana pun Staffan berkarier, di Indonesia kah atau di luar negeri kah itu kembali ke Staffan. Namun keinginan Staffan adalah bisa bermain di Champions League," katanya.
"Artinya dia mesti bermain di Eropa jika ingin main di Champions League. Satu hal yang pasti selalu kami katakan ke Staffan adalah dimana bumi dipijak langit dijunjung, dan dia mengerti itu," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Putri Indonesia Hadapi Thailand di Semifinal Piala AFF U-19, Rudy Eka Ingin Garuda Pertiwi Main Efektif
-
Diincar Klub K League, Striker Persis Solo Arkhan Kaka Gabung Timnas Indonesia U-17
-
Staffan Qabiel Dipanggil Timnas Indonesia U-17, Keluarga: Berikan yang Terbaik untuk Merah Putih
-
Sosok Staffan Qabiel, Berkarier di Spanyol Kini Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-17
-
Sosok Staffan Qabiel, Skuad Klub Liga Spanyol Perkuat Timnas Indonesia U-17, Kuasai 3 Bahasa!
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati