Suara Sumatera - Laga 2 musim tahun ini, akan segera digelar pada September nanti. Semua klub tengah mempersiapkan susunan pemain, termasuk klub Sriwijaya FC.
Sriwijaya FC termasuk seluruh klub yang bakal di laga 2 pun masih menunggu keputusan PSSI atas penggunaan pemain asing. Meski demikian, APPI meminta agar PSSI tidak mengizinkan pemain asing berlaga di liga 2.
Dengan demikian seluruh klub yang berada di liga 2 hendaknya tidak menggunakan pemain asing sebagai kekuatan klub. APPI pun telah melayangkan surat ke PSSI yang menjelaskan apa yang menjadi alasannya menolak pemain asing bermain di liga 2.
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) telah mengirimkan surat ke PSSI yang juga diunggah di media sosial instagramnya.
PSSI diharap bisa meninjau rencana terkait pemberian izin klub Liga 2 mendatangkan pemain asing.
Sebagai informasi, klub Liga 2 2023 diperbolehkan merekrut dua pemain asing, yakni satu pemain berkewarganegaraan bebas dan satu lagi ialah pemain asal Asia.
Sehubungan dengan adanya rencana untuk menggunakan pemain asing pada Liga 2 musim kompetisi 2022/2023 yang akan digulirkan pada bulan September nanti, yakni setiap klub diperbolehkan untuk menggunakan 2 (dua) pemain asing (1 (satu) pemain dari Asia.
APPI menilai jika penggunaan dua pemain asing akan berdampak pada pemain lokal Indonesia. Adanya penambahan dua pemain asing akan membuat pesepakbola Indonesia akan kehilangan pekerjaan, terutama mereka yang sebelumnya bermain di liga 2.
"Hal ini akan memicu timbulnya masalah di kemudian hari, termasuk mengiminilir makna sepakbola sebagai sebuah penghidupan,"
Baca Juga: Marak Konten Parodi Menyalahgunakan Logo TV, Indosiar Akhirnya Lapor Polisi
Usulan ini pun ramai mendapatkan komentar dari netizen di media sosial APPI. Banyak yang menilai jika saran APPI tidaklah tepat.
"Mental yg perlu di ubah bukan regulasinya. Masa iya semuanya diminta untuk dipertimbangkan, liga satu pke 6 pemain asing byk yg protes sekarang liga dua pke pemain asing byk yg protes jg. Ini menandakan mentalitas kita tdk bisa bersaing. Yok revolusi mental," ujar netizen.
Berita Terkait
-
Libur Tahun Baru Hijriah, 28 Kepala Keluarga di Palembang Kehilangan Rumah Karena Terbakar
-
STB TV Meledak Bikin 28 Rumah di 35 Ilir Palembang Terbakar
-
APPI Minta PSSI Kaji Ulang Penggunaan Pemain Asing di Liga 2 2023/2024
-
Gelapkan Uang Rp 215 Juta, Kacab Distributor Oppo di Prabumulih Masuk DPO
-
Film Dokumenter Anna Kumari, Jejak Langkah Maestro Tari Sumsel Nan Ciptakan Puluhan Tarian
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa WhatsApp Call, Harga Ramah di Kantong Mulai Rp100 Ribuan
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Secepat Mungkin!
-
Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat
-
Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel
-
Siapa Cen Sui Lan? Bupati Natuna yang Kekayaannya Melesat dari Rp1 M Jadi Rp293 M dalam Setahun
-
3 Motor Listrik Polytron yang Ekuivalen Nmax dan PCX, Cek Fiturnya!
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Buah Pir yang Segar dan Manis
-
Aturan WFH untuk Swasta Berlaku Kapan? Ini Penjelasan Terbarunya
-
Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap
-
Badai di Kejati Jatim: Terjaring 'Operasi Senyap', Aspidum dan Sejumlah Kasi Dicopot Mendadak