/
Rabu, 19 Juli 2023 | 17:41 WIB
Park Hang-seo. (Instagram @expersib)

Suara Sumatera - Luis Milla memutuskan berhenti menjadi pelatih Persib Bandung. Park Hang-seo santer dikabarkan merapat menggantikan Luis.

Nama Park Hang-seo tidak asing lagi bagi para pecinta sepak bola. Dirinya bersama Timnas Vietnam sukses menyita perhatian, bukan cuma di ASEAN, namun juga Asia.

Namun, manajemen Persib Bandung harus benar-benar mempertimbangkan jika memilih mantan pelatih Timnas Vietnam tersebut. 

Pasalnya, ada sejumlah alasan yang membuat Persib Bandung dapat mengalami kerugian jika memilih pria asal Korea Selatan itu. 

Melansir Bolatimes.com, berikut kerugian Persib Bandung jika memilih Park Hang-seo sebagai pelatih: 

- Kendala bahasa

Kerugian yang dialami Persib Bandung jika merekrut Park Hang-seo sebagai pelatih baru berkaitan dengan komunikasi. Pasalnya, ia selalu menggunakan bahasa Korea Selatan.

Hal itu terlihat selama Park Heng-seo menjadi pelatih Timnas Vietnam. Maung Bandung harus menyediakan penerjemah untuk menjembatani komunikasi Park Hang-seo dengan seluruh elemen tim. Para pemain, ofisial, dan staf pelatih tim Pangeran Biru juga harus belajar untuk memahami keinginan pelatih barunya.

- Beradaptasi dengan karakter baru

Baca Juga: Ulasan Buku "Ladang Emas", Pentingnya Menentukan Lokasi dalam Berbisnis

Hal lain yang harus dipertimbangkan manajemen Persib Bandung adalah masalah karakter dan gaya bermain yang akan diterapkan. Gaya bermain Timnas Vietnam di bawah asuhan Park Hang-seo memang identik dengan permainan keras dan penuh daya juang. Diriny juga punya karakter yang meledak-ledak saat mendampingi anak asuhnya.

Hal inilah yang berbeda dari karakter Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu cenderung kalem dalam menyikapi situasi di atas lapangan. Pemain Persib tentu harus memahami perbedaan karakter ini jika PHS nantinya jadi nakhoda baru mereka.

3. Rekor biasa saja bersama klub

Park Hang-seo belum memiliki catatan yang terbilang mengesankan ketika menangani klub profesional. Sejauh ini, ia belum pernah meraih gelar juara di level tertinggi. Catatan prestasinya hanya mengantarkan Sangju Sangmu dua kali menjuarai K League 2, yakni pada musim 2013 dan 2015.

Dia pernah membawa Jeonnam Dragons, klub yang saat ini diperkuat Asnawi Mangkualam, meraih runner-up Korean League Cup pada 2008. Lalu, Changwon City dibawa menjuarai Korea National League Championship 2017. 

Load More