Suara Sumatera - Seorang wanita di Medan, Sumatera Utara, mengaku anaknya diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh bapak kos.
Video pengakuan wanita itu viral di media sosial. Dilihat dari video yang diunggah di akun Instagram @nayya_annesa, tampak wajah anak kecil seperti mengeluh sakit.
"Kondisi anak saya setelah kejadian bapak kost itu mengerjain anak saya. Kami balik ke rumah di Jalan Baru Bhayangkara dulu karena saya trauma," tulis dikutip Kamis (27/7/2023).
"Dan anak saya yang selalu mengeluh sakit di kemaluannya jika pipis. Terasa perih karena robekan yang terjadi di kanan kiri dekat lubang pipis dan lubang kemaluan yang rusak," sambungnya.
Wanita itu juga mempostingkan keluhan soal laporannya di Polrestabes Medan sejak November 2021. Namun, ia mengaku diperlakukan tidak baik.
"Saya mohon kepada polisi di Polrestabes Medan pada akhir November 2021 Unit PPA tentang laporan kasus pelecehan seksual yang dilakukan bapak kos dan temannya kepada anak saya. Tapi polisi yang bertugas saat itu masa bodoh saja dan tetap tak menganggap saya ada di depannya," ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, polisi telah menindaklanjuti hal ini dengan mendatangi rumah orang tua anak itu pada Selasa 24 Juli 2023.
"Kedatangan polisi bersama UPT PPA Kota Medan ke kediaman Deasy Natalia Sinulingga dalam rangka tindak lanjut video viral yang diunggah akun nayya_annesa," kata Hadi, Kamis (27/7/2023).
Saat itu Natalia sedang tidak berada di rumah. Namun, petugas bertemu dengan orang tua Natalia.
Baca Juga: Kenalan dengan Nathkuliner, Food Vlogger yang Tetap Kurus Meski Banyak Makan
"Hanya ada ibunya Novi Ritani L Tobing dan kedua anak Natalia," ucapn Hadi.
Dikarenakan Natalia tidak berada rumah, polisi berpesan agar segera mengabari jika ingin membuat laporan.
"Maka nantinya dapat memberi info jika sudah ada keputusan ingin membuat laporan polisi untuk selanjutnya anak dapat dibawa ke rumah sakit untuk divisum," kata Hadi.
Tag
Berita Terkait
-
Biodata Steve Wantania, Pria yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Michelle Ashley Anak Pinkan Mambo
-
Anak Dilecehkan Ayah Tiri Berkali-kali, Pinkan Mambo Ogah Cerai karena Agama?
-
Benarkah Sosok Ini Pelaku Pelecehan terhadap Michelle Ashley Anak Pinkan Mambo?
-
Suami Kedua Pinkan Mambo Tak Cuma Lecehkan Michelle Ashley: Mbak ART Sempat 'Diganggu' sampai Keluar
-
Pelecehan Seksual Michelle Ashley Sempat Berhenti Setahun, Terjadi Lagi Usai Pinkan Mambo Ajak Suaminya Pulang
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati