Suara Sumatera - Peringatan HUT Proklamasi di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) memang tergolong meriah. Selain ramai dengan permainan adu kecepatan dan ketangkasan, juga terdapat kuliner yang hanya hadir di setiap bulan agustus (Agustusan) di Palembang.
Salah satunya kuliner telok abang. Berikut filosofi Telok Abang yang hanya hadir di setiap agustusan di Palembang, Sumsel.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Sejarah Unsri, eksistensi telok abang karena masyarakat Palembang mengenal warna merah yang biasa disebut abang.
Warga Palembang menyebut mainan ini dengan telok abang atau dapat diartikan telur merah sebagai tradisi menahun.
Tradisi telur merah ini sudah ada sejak adanya Belanda menduduki Palembang. Bermula dari tradisi ini digunakan untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Dahulu dalam perlombaan perahu hias dan bidar, terdapat kreasi kerajinan telur merah.
Telur merah ini dilengkapi mainan berbentuk kapal agar masyarakat ingat kembali, dahulu Palembang adalah kerajaan maritim yang sangat besar. (Kusumaningrum, 2009:22)
Menurut budayawan Palembang, tradisi telur merah berawal dari masyarakat Tionghoa untuk menyambut kelahiran bayi. Telur merah dalam Bahasa Tionghoa adalah man yue.
Pada tradisi masyarakat Tionghoa, telur melambangkan kehidupan dan warna merah adalah lambang unsur tubuh manusia merupakan darah. Orang Tionghoa akan membagikan man yue kepada para tamu yang datang.
Kebiasaan ini terus dibawa saat mereka tiba di Palembang.
Baca Juga: Hendak Lawan PSM Makassar, Teco Khawatir Pemain Bali United Rentan Cedera
Telur merah selalu digunakan pada berbagai perayaan. Saat Indonesia dijajah bangsa Belanda, tradisi ini bahkan digunakan untuk merayakan hari besar Belanda. Sampai dengan Indonesia merdeka, telur merah selalu digunakan warga Palembang dalam berbagai perayaan.
Lalu telur berwarna merah ini digunakan sebagai simbol melawan penjajah Belanda. Warna merah menunjukkan perlawanan dan keberanian melawan penjajah, sedangkan telur adalah lambang kehidupan
Disimpulkan dalam penelitian tersebut adalah kapal telok abang merupakan hasil akulturasi antara budaya Tionghoa dan Palembang.
Keahlian, kecerdasan dan kreativitas orang Palembang terbukti dengan menciptakan objek kebudayaan
baru yang disebut dengan Kapal Telok Abang.
Bentuk Kapal Telok Abang yang indah dikategorikan sebagai benda seni khas kota Palembang. Kapal Telok Abang memiliki nilai sejarah yang memupuk nasionalisme dan patriotisme serta mencerminkan latar belakang Palembang sebagai ibu kota dari kerajaan maritim Sriwijaya
Tag
Berita Terkait
-
Kapolres Lubuklinggau Didemo Diminta Mundur dari Jabatan, Ada Oknum Anggota Pungli Kasus
-
Di Babel Bentuk Satgas Tambang, Mantan Gubernur Ridwan Djamaluddin Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Mobil Dinasnya Terobos Jalan Desa Baru Dicor, Kadispora Lubuklinggau Ramai Dihujat Publik
-
BREAKING NEWS! Salon Sekaligus Sanggar Senam di Palembang Terbakar
-
5 Merek Pempek Terkenal di Palembang, Selalu Diburu Wisatawan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Viral Challenge Baca Ayat Al-Quran di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan
-
Bukan Cuma ke Kantong Yaqut, Duit Kasus Kuota Haji Mengalir ke Puluhan Orang
-
4 Wasit Diduga Terlibat Skandal Esek-esek, Salah Satunya Pernah Pimpin Laga Timnas Indonesia
-
1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Capai Rp8,6 Miliar
-
Dilahirkan di Kamar Mandi, Dibuang ke Bak Sampah: ART Buang Darah Dagingnya Sendiri di Pahoman
-
Polda Jateng: Makam Sutrimo di Banyumas Dijaga Ketat Jelang Ekshumasi Besok
-
4 HP Vivo Harga Rp1 Jutaan Terbaik: Bawa Kamera 50 MP hingga Baterai 6.000 mAh
-
Pasar Modal Serok Rp125 Triliun: Pesta Raksasa yang Lupa Mengundang UMKM
-
Yaqut Diduga Gelar Pertemuan di Hotel, Siapkan USD 1 Juta untuk Pengaruhi Pansus Haji
-
Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India