Suara Sumatera - Proses seleksi Timnas U-17 untuk persiapan Piala Dunia yang akan berlangsung di Indonesia pada November 2023, dikritik mantan pelatih Timnas, Fakhri Husaini.
Menurut pelatih yang sukses membawa Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 pada 2018 itu, seleksi Timnas U-16 yang dilakukan PSSI dan pelatih Bima Sakti tidak cocok untuk turnamen sebesar Piala Dunia, tetapi mirip dengan seleksi piala tingkat kecamatan.
"Ini mau membentuk tim untuk ikut Piala Dunia. Jangan dipakai cara-cara seleksi untuk (kompetisi) tingkat kecamatan," kritik Fakhri Husaini saat jadi bintang tamu di kanal Youtube Omah Balbalan, beberapa waktu lalu, dikutip dari Metro.suara.com, Kamis (24/8/2023).
Fakhri menyebutkan, cara seleksi PSSI yang mengumpulkan ratusan hingga ribuan pemain muda dalam waktu singkat untuk dipilih masuk pelatnas tidak masuk akal.
"Saya melihatnya ini lucuan-lucuan saja untuk seleksi itu," lanjut Fakhri.
Ia juga menyoroti kriteria-kriteria yang digunakan PSSI untuk menyeleksi ratusan pemain calon skuat Timnas U-17.
Menurutnya 8 kriteria yang ditetapkan PSSI, seperti tinggi badan dan VO2 Max para pemain, tidak realistis dalam proses seleksi dalam waktu singkat yang hanya satu hari.
Lebih lanjut Fakhri Husaini juga mengkritik seleksi pemain yang tidak memanfaatkan pemain-pemain dari turnamen Elite Pro Academy atau EPA, turnamen kelas usia yang dihelat PSSI.
"Untuk apa seleksi lagi kalau kita sudah punya EPA kemarin," terang dia.
Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Sentil Keras PSSI, Nggak Usah Mimpi Bangun Sepakbola Hebat, Nggak Serius!
Tetapi Fakhri juga langsung mengkritik EPA yang menurutnya tidak realistis untuk mencetak pemain muda.
Ia membeberkan turnamen EPA digelar hanya selama 45 hari dan setiap tim dipaksa bermain sebanyak 15 kali, plus 2 kali untuk yang lolos ke semifinal dan final. Dengan waktu sepadat itu dan pemain hanya punya waktu istirahat singkat, sukar mengembangkan pemain muda yang mumpuni.
"Ilmu sepak bola mana yang dipakai untuk bisa menjaga tingkat kebugaran pemain hingga bisa tampil konsisten terus," gas Fakhri Husaini.
Adapun seleksi Timnas U-17 yang dilakukan PSSI dan Bima Sakti menyaring pemain muda dari berbagai daerah di Indonesia.
PSSI menargetkan skuat final sudah terbentuk pada akhir Agustus ini dan akan dikirim ke Jerman untuk menjalani pemusatan latihan sebelum berlaga di Piala Dunia U-17 pada November - Desember mendatang.
Berita Terkait
-
Anggap Sepele Indonesia, Thailand Klaim Sebagai Timnas Terkuat di Piala AFF
-
Mantan Pelatih Timnas Sentil Keras PSSI, Nggak Usah Mimpi Bangun Sepakbola Hebat, Nggak Serius!
-
Kemenangan Malaysia dan Vietnam Bawa Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Semifinal Piala AFF 2023
-
Erick Thohir Putuskan Timnas Indonesia U-23 Out, Presiden AFF Kalang Kabut, Benarkah?
-
Erick Thohir Naik Darah! Pecat Wasit Piala AFF Rugikan Timnas Indonesia U-23, Benarkah?
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara