/
Senin, 28 Agustus 2023 | 10:03 WIB
Ilustrasi garis polisi. ([Shutterstock])

Suara Sumatera - Kasus penculikan dan penganiayaan melibatkan oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hingga menyebabkan korban tewas terus menjadi sorotan.

Terkait itu, Komandan Paspampres Mayjen TNI Rafael Granada Baay buka suara. Ia mengatakan bahwa satu orang anggotanya tengah menjalani penyelidikan oleh Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) atas dugaan keterlibatan anggotanya.

"Terkait kejadian penganiayaan, saat ini pihak berwenang yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan," kata Rafael dikutip dari Antara, Minggu (27/8/2023).

Rafael sendiri tidak merinci kronologi peristiwa tersebut ataupun jumlah personel TNI yang diduga terlibat penganiayaan warga Aceh di Jakarta. Namun, dia memastikan hanya satu anggota Paspampres yang diduga terlibat dan tengah diperiksa.

"Yang jelas satu anggota Paspampres," sebutnya.

Rafael mengungkapkan bahwa terduga pelaku saat ini sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk diambil keterangan dan kepentingan penyelidikan.

Ia pun memastikan apabila benar-benar terbukti ada anggota Paspampres melakukan tindakan pidana seperti yang disangkakan, maka akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami mohon doanya semoga permasalahan ini dapat segera diselesaikan," ujar Rafael.

Sebelumnya beredar kabar tentang penganiayaan yang dilakukan anggota Paspampres terhadap pemuda warga asal Bireuen, Aceh di Jakarta bernama Imam Masykur. 

Baca Juga: Luca Banchi Bongkar Kunci Latvia Singkirkan Prancis di Piala Dunia Basket 2023

Sebelum tewas akibat dianiaya, korban diduga diculik dan mendapat pengancaman oleh anggota Paspampres berinisial Praka RM. 

Peristiwa dugaan penculikan ini terjadi pada Sabtu 12 Agustus 2023. Jasad korban kemudian ditemukan di Sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada Jumat (18/8/2023).

Salah satu kerabat Imam, Said Sulaiman (32) menyebut kondisi jenazah korban saat diterima pihak keluarga sudah dalam keadaan bengkak.

"Mukanya sudah bengkak, sangat sadis," ujar Said kepada wartawan, Minggu (27/8/2023).

Dia mengungkapkan jika Imam yang tinggal di daerah Ciputat, Tangerang Selatan itu sehari-harinya berdagang kosmetik. 

Menurut sepengetahuannya pemuda berusia 25 tahun itu tidak pernah cerita ada masalah baik utang ataupun lainnya.

"Kalau dia ada apa-apa dia telepon saya," ungkapnya.

Said mengetahui itu dari seorang teman Imam yang datang menemuinya usai kejadian.

"Dibilang bahwasannya Imam Masykur bang di sana sudah dipukul dan dibawa pakai mobil," tuturnya.

Berdasar informasi, kata Said, pelaku berjumlah tiga orang. Sesaat setelah diculik, Imam sempat menghubunginya lewat sambungan telepon dan meminta uang tebusan Rp50 juta agar pelaku tak membunuhnya.

"Ibunya juga sempat telpon (Imam) yang jawabmya pelaku, 'kalau sayang dengan anak ibu kirim duit Rp 50 juta, kalau engga saya habisi anak ibu saya buang ke sungai'. Bilang gitu dia," beber Said.

Atas kejadian ini, Said meminta pelaku dihukum semaksimal mungkin. Sebab perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap Imam sangat sadis.

Load More