/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 21:02 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ([Suara.com])

Suara Sumatera - Perhelatan calon pemimpin Indonesia memang penuh dinamika. Setidak di akhir bulan Agustus ini, kubu Anies Baswedan yang diusung oleh Partai NasDem sudah lebih terbuka memilih calon wakil presiden (Cawapres) nya.

Dari partai Demokrat pun mengklaim jika jika kader-kader dan para calegnya di daerah sudah mulai menurunkan baliho-baliho dukungan terhadap bakal calon presiden Anies Baswedan. Hal ini dikaitkan dengan adanya kesepakatan politik yang diambil Surya Paloh dengan menetapkan Cak Imin sebagai cawapres Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam wawancara dengan TV One mengatakan jika keputusan itu diambil para kader serta caleg di daerah setelah mendengar keputusan Anies Baswedan untuk menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai bakal cawapres.

Sejak awal para kader dan caleg Demokrat di daerah memang sudah sangsi akan komitmen Anies Baswedan dalam koalisi perubahan. 

Herzaky juga mengatakan bahwa setelah mendengar kabar kerja sama Anies Baswedan, yang dimotori Partai Nasdem, dengan Cak Imin serta PKB, para kader Demokrat di daerah juga menghapus postingan dukungan Anies di media sosial.

"Kader-kader di daerah sudah turunkan baliho Mas Anies di daerah," terang Herzaky tegas.

"Kita akan turunkan semua, tidak hanya baliho tapi juga postingan di medsos yang ada muka Mas Anies," terang Herzaky.

Dalam acara yang sama Herzaky juga menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan keluar dari Koalisi Perubahan yang berisikan Partai Nasdem dan PKS. 

Nasdem yang mengkhianati komitmen dalam Koalisi Perubahan dan yang dia nilai keluar dari koalisi. Meski demikian Herzaky belum mengatakan kemana Partai Demokrat akan berlabuh setelah perkembangan terbaru ini. 

Baca Juga: Profil Yassine Cheuko, Mantan Tentara AS yang Jadi Bodyguard Lionel Messi di Inter Miami

Demokrat sebelumnya menuding Surya Paloh sebagai Ketum Nasdem menjadi motor dari kemitraan baru dengan PKB tersebut. Sementara Demokrat dan PKS sebagai mitra koalisi perubahan diajak belakangan.
 

Load More