Suara Sumatera - Dua pucuk senjata api laras panjang diserahkan warga di Kabupaten Pidie, Aceh, kepada polisi. Senjata yang diserahkan disebut sisa konflik.
Penyerahan senjata api sisa konflik tersebut dilakukan setelah petugas Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan sosialisasi tambang ilegal.
Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan bahwa dua pucuk senjata api sisa konflik itu jenis M-16.
"Ada tokoh masyarakat menyerahkan dua senjata api jenis M-16. Senjata api itu sisa konflik. Tokoh masyarakat yang menyerahkan senjata api itu minta namanya dirahasiakan," kata Winardy melansir Antara, Kamis (7/9/2023).
Selain senjata, juga diserahkan tiga magasin, 55 butir peluru kaliber 7,62 mm, dan 15 butir peluru kaliber 5,56 mm.
"Penyerahan senjata api beserta magasin dan amunisi berlangsung di suatu tempat. Senjata itu diamankan di gudang senjata Polda Aceh," kata Winardy.
Winardy mengaku penyerahan senjata sisa konflik merupakan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Aceh yang kini kondusif.
"Ini bagian dari partisipasi masyarakat menjaga kamtibmas menjelang Pemilu 2024 yang digelar serentak," katanya.
Baca Juga: Pro-Kontra Rencana PSSI Naturalisasi Jay Idzes, Dianggap Mubazir karena Satu Hal Ini!
Berita Terkait
-
556 Pucuk Senpi Tindak Kejahatan Dimusnahkan di Polda Lampung
-
Anak Buah Erick Thohir Ditangkap Karena Memiliki Senjata Api Ilegal
-
Polda Sulsel Temukan 4 Senjata Api Selama Operasi Pekat Lipu 2023
-
TNI AD Dicatut dalam Bisnis Senjata Api Ilegal, Ada yang Dijual ke Teroris
-
Tipu Pembeli Seolah-olah Dilengkapi Surat Asli, Penjual Senpi Ilegal Pasang Harga Ratusan Juta Rupiah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Foto Seksi Jefri Nichol Jadi Sasaran Komentar Mesum Warganet Perempuan, Langsung Picu Kontroversi
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Jangan Salah Beli! 4 HP yang Masih Worth It di Tengah Harga yang Naik
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Kaltim Diminta Waspada Potensi Kemarau Juni-Agustus 2026
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
-
Jadi Film Terseram 2026, Salmokji Akan Tayang di Bioskop Indonesia
-
Tiket KA Jelang Piala Dunia 2026 Meroket: Dari Rp200 Ribu Jadi Rp1,5 Juta Sekali Jalan