Suara Sumatera - Bakal calon presiden Prabowo Subianto tampil dalam acara yang dihelat Mata Najwa bertajuk 3 Bacapres Bicara Gagasan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Selasa 19 September 2023.
Ada momen menarik saat Prabowo diminta untuk refleksi di depan cermin oleh Najwa Shihab. Menteri Pertahanan (Menhan) ini kemudian bercerita dan mengenang pahitnya masa transisi kemerdekaan.
"Saya minta Pak Prabowo (untuk refleksi)," kata Najwa seperti dilihat dari unggahan video akun TikTok @ilhamcello20, Rabu (20/9/2023).
Prabowo sempat bercermin lalu melakukan sikap hormat ke bayangan dirinya. Ia lalu beringsut menjauhi kaca.
"Pak belum selesai bapak, saya minta bapak berkaca lagi. Bapak berdiri di sini, kapan lagi ngerjain Menhan-kan," ungkap Najwa.
"Saya ingin Anda berefleksi Pak Prabowo, atas segala yang sudah bapak lalui selama ini. Bapak jangan kemana-mana bapak, refleksi nya di depan kaca," sambungnya.
Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra ini lalu mengkau jika dirinya sudah berkaca. Perlahan, Prabowo lalu bercerita dirinya lahir pada tahun 1951 saat bangsa Indonesia baru satu tahun merdeka.
"Saya mau cerita, saya udah berkaca. Saya ingat, adik-adik saya mau cerita. Saya lahir tahun 51 kita baru satu tahun merdeka," katanya menghadap ke arah mahasiswa.
Menurut Prabowo, proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945 namun penyerahan kedaulatan terjadi pada tahun 1950.
Baca Juga: Bos PLN Minta Duit PMN Rp5,86 Triliun di 2024
"Karena kita harus perang, penjajah gak mau pergi, kita harus perang," ungkapnya.
Prabowo lalu melompat ke-20 tahun setelahnya. Prabowo menceritakan kalau ia sudah jadi perwira TNI, dan mengajak anak buahnya untuk berenang di Kolam Renang Manggarai.
"Dan waktu saya berenang saya lihat ada dinding dari marmer tapi tertutup oleh lumut saya suruh bersihkan lumut saya baca 'verboden voor honden en inlanders' artinya anjing dan pribumi dilarang masuk kolam renang, itu tahun 75 saya baca," ujarnya.
Prabowo mengatakan kalimat itu saat menyakitkan. Bangsa Indonesia pernah dijajah dan dianggap lebih rendah dari hewan.
"Jadi adik-adik sekalian kita dijajah, kita dibantai, kita diperbudak, kita dimiskinkan, kita dianggap lebih rendah dari anjing," kata Prabowo.
Pahitnya lagi, Prabowo juga bercerita soal hinaan yang mengerikan saat sekolah bersama orang-orang Eropa.
"Anda minta saya refleksi, saya pernah hidup di tengah orang Eropa, saya ingat pada waktu itu, saya satu-satunya murid yang bukan kulit putih. Tiap hari saya diejek oleh guru saya tiap hari dibilang bangsa monyet, ini itu," ungkapnya.
Prabowo mengatakan pengalaman inilah yang memotivasi untuk menjadi presiden dan agar penjajahan terhadap bangsa Indonesia tidak terulang kembali.
"Saya alami, saya sekolah di beberapa negara, selalu mereka bilang begitu rakyatmu tinggal di pohon," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Siapa 2 Caleg Gerindra Dicoret Prabowo Subianto? Spill Nama Kader Mantan Napi Korupsi
-
Sebelum Meninggal Prabowo Ingin Lihat Indonesia Maju, Anak-anak Kuat, Orangtua Gembira
-
Soal Kemungkinan SBY Ditunjuk Ketua Tim Pemenangan, Prabowo Subianto: Ngarang Aja, Beliau Senior
-
Respons Erick Thohir Soal Survei Dirinya Peringkat Pertama Bacawapres Prabowo: Justru Jadi Beban Saya
-
Tiga Bacapres Spill Gagasan di UGM, Anies dan Ganjar Pulang Kampus hingga Prabowo Anggap Semua Sahabat
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring