Suara Sumatera - Warga Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, menolak direlokasi untuk pembangunan proyek Eco City. Perlawanan pun terjadi. Warga memilih bertahan di lokasi yang diklaim sebagai kampung-kampung Melayu tua di Rempang.
Bentrokan antara warga dan aparat pun pecah beberapa waktu lalu. Anak-anak juga terkena dampanya hingga dilarikan ke rumah sakit. Kericuhan juga kembali terjadi di kantor BP Batam. Puluhan orang ditangkap polisi dengan tuduhan provokator.
Aksi aparat itu memicu reaksi masyarakat. Komunitas Punk Medan pun menggelar aksi solidaritas untuk warga Rempang. Aksi itu berlangsung di Jalan Gatot Subroto, Kamis (21/9/2023).
Dalam aksinya, mereka terlihat berdiri pinggir jalan sambil membentangkan spanduk bertuliskan 'Solidaritas Punk untuk Rempang-Galang' dan 'Tanah untuk rakyat lawan penggusuran'.
Salah seorang anak punk Jovan Siahaan mengatakan, pemerintah belakangan ini cukup masif melakukan penggusuran terhadap masyarakatnya.
"Kondisinya buat ku cukup membahayakan, rentetan-rentetan konflik agraria di seluruh Indonesia cukup masif beberapa tahun belakang, banyak orang digusur," kata Jovan.
Menurut Jovan, dari konflik-konflik agraria yang terjadi menunjukkan pemerintah tidak berpihak kepada rakyatnya. Tanah untuk rakyat hanya jadi jargon semata.
"Dari konflik yang sebelumnya makin jelas negara tidak berpihak sama rakyat. Bahwa tanah untuk rakyat hanya jadi jargon saja, gak ada implementasinya," ungkap Jovan.
Dirinya mengatakan konflik agraria semakin besar Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Kondisi ini mengancam hak dasar masyarakat untuk hidup.
Baca Juga: Portal Pendaftaran PPPK Karimun Sudah Dibuka, 332 Formasi Terbuka untuk Guru
"Kita bersolidaritas, agar banyak orang tahu kondisi yang sebenarnya bahwa penggusuran itu harus dilawan. Negara ini punya kita, kedaulatan milik rakyat, bukan milik para investor," tegasnya.
Jovan menilai apa yang terjadi saat ini tidak ubahnya penjajahan gaya baru. Demi membangun sebuah proyek investasi, negara malah tidak ramah sama rakyatnya.
"Bagaimanapun hak atas tanah, hidup, kan gak bisa semua dibayar dengan uang atau bicara ganti rugi, gak semua bisa dibeli. Memori terhadap masa lalu, akar budaya, masyarakat Rempang, Galang, sudah menempati 16 kampung tua, sudah ada sejak 1830-an," ungkapnya.
"Mereka mau digusur demi investasi, demi sebuah proyek itu gak masuk akal," sambungnya.
Dirinya meminta pemerintah menghentikan penggusuran dan kekerasan terhadap rakyat. Jovan juga mendesak agar pemerintah hentikan konflik di Rempang dengan membatalkan proyek Eco City.
"Cabut semua aparat, batalkan PSN, dan bebaskan semua warga Rempang yang ditahan kepolisian pada aksi bentrokan kemarin," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Skena Punk di Medan Gelar Aksi Bela Rempang: Kedaulatan Milik Rakyat, Bukan Investor
-
Hendak Provokasi Massa Aksi 'Bela Rempang', Pria Asal Bekasi Selatan Diciduk Polisi
-
Pemuda Bekasi Ditangkap Polisi, Dituding Sebar Provokasi di Medsos Terkait Aksi Demo Bela Rempang
-
Sindir Janji Jokowi Soal Rempang, Muhammad Menantu Rizieq: Anak Kecil kena Gas Air Mata!
-
Usai Bacakan Enam Tuntutan Aksi Solidaritas Terhadap Warga Rempang, Massa FPI Membubarkan Diri
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Detik-detik Dramatis Evakuasi Toha Rosid, Buruh Ciamis yang Tersengat Listrik di Tumpukan Baja
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Tak Sekadar Tradisi, Wastra Indonesia Punya Potensi Jadi Produk Mewah di Fashion Global
-
Sinopsis 100 Days of Lies, Adu Akting Kim You Jung dan Jinyoung GOT7 di Drakor Spionase
-
Sempat Jadi Omongan, Gubernur Rudy Mas'ud Kenalkan sang Istri sebagai Noni Belanda
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bukan Sekadar Mobil Listrik: Xiaomi SU7 Ultra Jadi Monster Sirkuit dengan Rekor Gila