Suara Sumatera - Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Saldi Isra turut menjadi perbincangan karena pernyataannya saat sidang putusan MK tentang syarat Capres dan Cawapres di Pilpres 2024.
Saldi Isra menjadi satu dari dua hakim yang berbeda pendapat alias dissenting opinion terkait perkara 90-91/PUU-XXI/2023.
Dia mengaku bingung dengan sikap MK yang bisa berubah dalam waktu singkat. Sebab, menurutnya, sejak menapakkan kaki sebagai Hakim Konstitusi di gedung MK pada 11 April 2017, baru kali ini ia mengalami peristiwa aneh yang luar biasa dan dapat dikatakan jauh dari batas penalaran yang wajar.
Salsi mengungkapkan jika mahkamah berubah pendirian dan sikapnya hanya dalam sekelebat. Ia menyebut jika MK memang pernah mengubah keputusannya, tapi tak pernah secepat saat menentukan gugatan syarat capres dan cawapres.
Lantas siapakah sosok Saldi Isra, Wakil Ketua MK yang bingung soal putusan syarat capres-cawapres?
Profil Saldi Isra
Prof Dr Saldi Isra SH lahir Paninggahan, Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada 20 Agustus 1968 silam.
Putra pasangan Ismail dan Ratina ini mempunyai nama sejak lahir, Sal. Ketika hendak mendaftar SD, kepala Sekolah menanyakan kepada sang ayah perihal namanya yang terlalu pendek. Sang Ayah pun akhirnya menambahi ‘–di’ di belakang namanya menjadi Saldi.
Barulah pada kelas 6 SD, ia menambahkan nama ‘Isra’ sebagai nama belakangnya yang merupakan singkatan dari nama kedua orangtuanya tercinta.
Menurutnya nama ISRA itu bukan saya lahir malam isra miraj, namun gabungan dari orangtua laki-laki dan perempuan IS itu Ismail dan RA itu Ratina. Jadi ismali ratina itu saya improvisasi tanpa ijin ke orangtua.
Baca Juga: Ketua Dewan Pakar Agung Laksono Sebut Cawapres Prabowo dari Golkar atau Di-Golkar-Kan
Saldi Isra menikah dengan wanita bernama Leslie Annisaa Taufik. Dari pernikahannya tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak yakni Wardah A Ikhsaniah Saldi, Aisyah Afiah Izzaty Saldi dan Muhammad Haifan Saldi.
Bersumber dari laman MK, Saldi merupakan lulusan S1 Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas pada 1995. Kemudian S2 Institute of Postgraduate Studies and Reserch University of Malaya Kuala Lumpur-Malaysia pada 2001.
Ayah tiga anak tersebut kemudian mengambil S3 di Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan lulus 2009.
Saldi yang mengambil jurusan fisika pada masa SMA, tidak pernah terbayang untuk mengambil jurusan ilmu hukum. Seperti kebanyakan anak muda seusianya kala itu, cita-citanya hanya masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) atau masuk AKABRI apalagi ia memiliki nilai di atas rata-rata.
Ia pun memilih untuk mengikuti PMDK ke ITB, namun siapa sangka, takdir belum berpihak padanya. Tak patah arang, ia kembali mencoba peruntungannya dengan mengikuti Sipenmaru pada 1988 untuk jurusan Geologi ITB.
Namun kembali, Saldi harus menelan pil pahit ketika namanya tak lolos. Meski banyak omongan yang hendak mengecilkan semangatnya untuk menjadi mahasiswa ITB, Saldi tetap bersikeras untuk kembali mengikuti UMPTN 1989 dan kembali beroleh kegagalan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Tayang 12 Juli, Kyuhyun hingga Nucksal Jadi MC di The Psychopath I Met
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
5 Sepatu Lari Wanita Diadora yang Nyaman Dipakai, Harga Promo Mulai Rp349 Ribuan
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Ulasan Film The Furious: Badai Aksi Tanpa Ampun yang Berkelas Dunia!
-
Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja
-
Calon Dirtek Timnas Indonesia: Cristiano Ronaldo Cuma Bawa Masalah
-
Terpopuler: HP Rp1,2 Jutaan Terbaik Juni 2026, 5 Rekomendasi Solar Panel untuk Rumah
-
Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026