SuaraSumedang.Id - Ceker ayam menjadi bagian favorit bagi kebanyakan orang.
Kini, banyak sekali olahan ceker ayam yang dapat dinikmati oleh Anda.
Namun, tahukah Anda bahwa ternyata mengkonsumsi ceker ayam secara berlebihan menimbulkan bahaya?
Seperti diketahui, ceker ayam terdiri dari jaringan ikat kulit, tulang rawan, tendon dan tulang. Namun bagian ini masih dinyatakan bergizi dan dapat memberikan vitamin dan mineral.
Ceker ayam juga memiliki banyak kandungan protein dalam bentuk kolagen, lemak, vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.
Di lain sisi, terdapat bahaya ceker ayam jika dikonsumsi, tentunya tergantung metode memasak, kebersihan dan lainnya. Salah satunya ceker ayam yang digoreng dapat meningkatkan kadar karbohidrat, lemak dan kalori yang akan mempengaruhi kesehatan tubuh.
Dilansir dari Suara.com, Selasa (24/8/2022) berikut beberapa bahaya konsumsi ceker ayam yang perlu diketahui.
1. Mengandung Lemak Trans
Ceker ayam yang disajikan dengan cara digoreng, tentu akan memberikan dampak negatif dan menghilangkan manfaat-manfaat yang terkandung di dalamnya.
Baca Juga: Bikin Wanita Ambyar, Permainan Domino Effect Lipstik Viral di Medsos
Olahan ceker ayam goreng, mengandung asam lemak trans (TFA) yang tinggi atau lemak tak jenuh yang tidak sehat yang dapat membahayakan kesehatan jantung.
Lemak trans dapat meningkatkan peradangan, kolesterol, trigliserida, kolesterol jahat (LDL) dan dapat menurunkan kolesterol baik (HDL). Selain itu lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit kanker prostat dan payudara.
2. Kebersihan yang Buruk
Kebersihan menjadi hal penting sebelum Anda mengkonsumsi ceker ayam. Pasalnya, ayam bisa dipastikan berdiri di atas kotorannya sendiri.
Artinya, kebersihan ceker ayam menjadi hal utama sebelum Anda nikmati.
3. Dapat Meningkatkan Kadar Kolesterol
Asupan maksimal kolesterol harian orang dewasa sekitar 300 mg. Sementara itu 100 gram ceker ayam mengandung 84 mg kolesterol atau 28 persen dari kebutuhan kolesterol per hari.
Oleh karena itu, mengonsumsi ceker ayam dalam jumlah besar, tentu dapat meningkatkan kolesterol serta menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah hingga dapat terkena penyakit jantung.
Berita Terkait
-
Waspada! Bahaya Paparan Sinar Biru dari Gadget, Merusak Retina
-
Waspada! Vape Ternyata Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau, Bisa Bikin Hubungan Ranjang Tak Harmonis
-
Wajib Tahu! Ini Efek Samping Konsumsi Air Kelapa Berlebih, Satu di Antaranya Bikin Gula Darah Naik
-
Cara Membuat Minuman Herbal untuk Meredakan Batuk dan Pilek
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Mikel Oyarzabal Jadi Pembeda! Spanyol Ungguli Austria 1-0 di Babak 32 Besar
-
Oliver Kahn Murka! Tuding Jerman di Piala Dunia 2026 Dihuni Pemain Mental Tempe
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Momen Langka! Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
-
Sisi Lain Bomber Norwegia Antonio Nusa, Ternyata Penulis Buku Best Seller
-
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
-
Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
-
Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
-
Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau