/
Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:58 WIB
ilustrasi gadget (Freepik.com)

SuaraSumedang.id – Penggunaan gadget dalam keseharian sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang, baik itu untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, bermain game, dan juga penggunaan lainnya.

Pada layar gadget yang sering dipakai sehari-hari menghasilkan sinar biru (blue light), dan sinar ini berbahaya bagi kesehatan.

Sebagai pengguna gadget, perlu waspada dengan bahaya sinar ini, karena dapat menimbulkan efek negatif pada pola tidur dan juga berbagai penyakit mata.

Dalam ilmu kesehatan mata, sinar biru merupakan cahaya yang tampak dengan panjang gelombang pendek, sekitar 415 sampai 455 nm, serta tingkat energi yang tinggi.

Satu di antara sumber alami terbesar dari cahaya ini adalah matahari, selain itu, cahaya biru juga terdapat pada layar digital, seperti layar komputer, layar handphone dan peralatan elektronik lainnya.

Seperti dilansir dari yoursay.suara.com Kamis (18/08/2022), berikut ini adalah sejumlah dampak dan bahaya dari paparan sinar biru.

1. Mengganggu ritme sirkadian

Pertama, kelebihan paparan sinar biru pada malam hari dapat mengurangi produksi hormon melatonin, yakni hormon yang mengatur siklus tidur seseorang.

Normalnya, tubuh dapat memproduksi hormon melatonin dalam jumlah yang sedikit pada siang hari, kemudian akan bertambah jumlahnya pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga: DJ Una Manggung di Tanjungpinang Besok, Berikut Jadwal dan Tempatnya

Nah, produksi hormon ini akan mencapai puncaknya pada tengah malam. 

Jika seseorang terlalu banyak terpapar sinar biru pada malam hari, maka akan membuat mundurnya jadwal tidur seseorang, bahkan dapat me-reset tidur seseorang dalam jangka waktu yang panjang.

2. Menyebabkan kerusakan retina

Sinar biru dapat masuk kedalam retina, akan tetapi mata manusia tidak mempunyai proteksi yang cukup dari paparan cahaya biru, baik itu yang berasal dari matahari maupun gadget dan alat elektronik.

Setelah menembus bagian luar mata, sinar biru akan menuju retina dan menyebabkan efek jangka panjang berupa kerusakan pada retina.

3. Meningkatkan resiko katarak

Load More