/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:43 WIB
Peneliti keamanan siber Kaspersky, Noushin Shabab menerangkan tentang ancaman email spam dalam acara Cybersecurity Weekend yang digelar di Phuket, Thailand, Kamis (25/8/2022). (Dok Kaspersky)

SuaraSumedang.id – Surel yang berlalu lalang bisa mencapai 319 miliar per hari, angka ini penting mengigat bahaya kebocoran data hingga pembobolan rekening.

Surel harian yang dikirim dan diterima oleh pihak bisnis dan konsumen mencapai 319 miliar, data ini diungkapkan oleh Radicati Group inc.

Indonesia menjadi bagian dari negara yang menerima email spam terbanyak di Asia Pasifik selama 2022, seperti dilansir dari suara.com Sabtu (27/08/2022).

Hal itu disampaikan oleh Noushin Shabab, peneliti keamanan siber Kaspersky dalam acara Cybersecurity Weekend yang digelar di Phuket, Thailand, Kamis (25/8/2022).

Noushin membeberkan bahwa selama 2022, sudah terdeteksi lebih dari 1,8 juta email spam di Indonesia, atau sekitar 10,4 persen dari total email spam di Asia Pasifik.

Negara Asia Pasifik yang menerima email spam paling besar adalah Vietnam, yang berjumlah lebih dari 3 juta email.

Posisi kedua terdapat negara Malaysia dengan jumlah 2,3 juta dan disusul Jepang sekitar 1,8 juta email spam.

Kaspersky berhasil mendeteksi daerah Asia Pasifik sebesar 24 persen dari total email spam berbahaya di dunia.

Dengan kata lain, satu dari empat email spam yang dikirim di dunia tujuannya adalah ke komputer yang beroperasi di Asia Pasifik.

Baca Juga: Jadi Tandem Francesco Bagnaia di Tim Ducati Lenovo untuk MotoGP 2023, Enea Bastianini: Sekarang Menjadi Kenyataan

Dari jumlah itu, 61 persen di antaranya dikirim ke hanya lima negara yakni Vietnam, Malaysia, Jepang, Indonesia dan Taiwan.

"Sejak 2018 jumlah serangan email spam berbahaya yang dideteksi oleh teknologi kami terus turun setelah mencapai puncaknya di 2019,” kata Noushin Shabab.

“Tetapi ini bukan berarti kotak email kita sudah aman," ucap peneliti keamanan siber Kaspersky.

Email spam berbahaya memang bukan serangan yang rumit, tetapi ketika dikombinasikan dengan teknik rekayasa sosial.

Menjadikan spam email sangat berbahaya bagi para pengguna internet maupun perusahaan yang kurang waspada.

Dengan serangan seperti ini para penjahat siber bertujuan melakukan penipuan untuk memperoleh uang dari korban.

Load More