/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 23:10 WIB
Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (Dok: BPJS Ketenagakerjaan)

SuaraSumedang.id Pelatihan dan pemberdayaan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kepada eks pesertanya.

Pelatihan ini bernama Membership Empowerment Benefit, manfaat dari pelatihan ini guna meningkatkan kemampuan kewirausahaan.

Peserta pelatihan ini merupakan pekerja yang sudah melakukan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga penyandang disabilitas.

Pelatihan ini telah dilaksanakan selama 3 hari dan ditutup dengan pameran di Kantor Cabang BPJamsostek Banyuwangi, Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

“Saya bersama Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani menghadiri kegiatan Membership Empowerment Benefit,” kata Dirut BPJamsostek.

“Para ahli waris dari peserta yang terima santunan ini, beberapa hari kemarin kita beri pelatihan agar mereka punya kemampuan wirausaha,” ucap Anggoro.

“Sehingga diharapankan dengan uang santunan yang didapat, bisa digunakan untuk memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga,” ujar Anggoro, Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, Membership Empowerment Benefit ini merupakan kegiatan agar eks peserta BPJamsostek memiliki skill baru untuk dapat bersaing di dalam mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri. 

Baca Juga: Diduga Terlibat Kasus Korupsi Alfamidi Ambon, Direktur PT Midi Utama Indonesia Tbk Diperiksa KPK

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kematian dan manfaat beasiswa kepada 3 ahli waris.

Sejumlah 68 paket alat pelindung diri (APD) dari PT ASDP Indonesia  Ferry dan 15 paket bahan pangan pokok dari PT. Istana Cipta Sembada.

Serta perlindungan pekerja rentan yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui APBD kepada 5 ribu pekerja dengan profesi nelayan. 

“Kami mengapresiasi Bupati Ipuk dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas kepedulian dan dukungan terhadap optimalisasi penyelenggaraan Jamsostek di Banyuwangi,” kata Anggoro.

“Contoh nyatanya saat ini, kami menyerahkan simbolis kartu peserta kepada 5.000 nelayan yang didaftarkan melalui dana APBD Pemkab Banyuwangi,” imbuh Anggoro. 

Ipuk Fiestiandani dalam keterangannya mengapresiasi yang dilakukan BPJamsostek, terutama kepada masyarakat pekerja yang ada di Banyuwangi. 

Load More