/
Senin, 29 Agustus 2022 | 18:20 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate saat pembukaan Digital Economy Working Group (DEWG) G20 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/7). (Antara/Kominfo)

SuaraSumedang.id - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate menghadiri pembukaan Digital Economy Working Grup (DEWG) keempat.

Menkominfo turut menyoroti tiga isu yang akan dibahas oleh para delegasi untuk menghasilkan inovasi.

Pelaksanaan DEWG Indonesia 2022 Putaran Keempat berada di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali, Senin (29/8/2022).

Berdasarkan yang disampaikan oleh Menkominfo menyebut teknologi saat ini dapat mengubah kehidupan masyarakat.

Ia juga menjelaskan dengan teknologi yang berkembang saat ini, kehidupan fiksi seperti di film bisa menjadi kenyataan.

"Dengan munculnya banyak hambatan, teknologi seperti mobil tanpa pengemudi, bantuan robot canggih dan Teknologi berbasis AI, ujar Jhonny.

“Ini mulai terasa seperti kita benar-benar hidup dalam film fiksi ilmiah," ucap dia.

Seperti dilansir dari suara.com Senin (29/08/2022), isu pertama terkait dengan konektivitas digital telah dibahas dalam industri task force (ITF) di pertemuan DEWG sebelumnya.

"Kami telah menyimpulkan diskusi tentang konsep konektivitas digital yang berpusat pada orang sebagai perpanjangan dari pusat manusia, konektivitas digital," ujar Johnny dalam pembukaan

Baca Juga: Event Budaya Nasional DCF 2022, Ratusan Penginapan Habis Dipesan Wisatawan

Isu kedua, tutur dia, terkait dengan keterampilan dan literasi digital. Dalam isu ini, Johnny menuturkan, para delegasi akan mengukur tingkat keterampilan dan literasi digital, yang selanjutnya meningkatkan tingkat kedua hal tersebut.

"Anggota telah menyambut baik delegasi 20 untuk mengukur keterampilan digital dan literasi digital,” kata Menkominfo.

“Serta berbagi pengalaman untuk meningkatkan partisipasi yang berarti dari orang-orang dalam situasi rentan dan kurang terwakili dalam ekonomi digital,” ujar Jhonny.

“Dan pertukaran kebijakan untuk memajukan keterampilan digital dan literasi digital," ucap dia.

Terakhir ketiga, Johnny menyoroti soal permasalahan keamanan data yang kerap terjadi di Indonesia.

Sebelumnya, dia telah melakukan dialog dengan pemangku kepentingan soal pemahaman tata kelola data.

"Selain itu, diskusi kami juga menyoroti tetangga kunci yang penting dalam penerapan identitas digital,” kata Jhonny.

“Hal ini relevan dengan transaksi digital yang melibatkan bastion data delegasi terhormat anggota G20 dan undangan dalam deklarasi ini," imbuh dia,

"Kami tidak hanya mengesampingkan aspirasi kami tentang masa depan digital, tetapi kami mengakui kondisi kehadiran yang nyata,” ujar Menkominfo.

“Kesenjangan digital yang mengkhawatirkan, pelanggaran data yang meningkat dan kurangnya kemanjuran dalam konektivitas digital kami pada saat yang sama,” ucap Jhonny.

“kami melihat dan mengetahui  peluang yang terbentang di depan nilai ekonomi digitalisasi," pungkas dia.

Load More