SuaraSumedang.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang menerima kunjungan dari Menteri Pembangunan Denmark, Mr. Flemming Moller Mortensen.
Menteri Pembangunan Denmark Flemming Moller Mortensen tersebut didampingi Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen dan Sekretaris Stephan Schoneman, di Pusat Pemerintahan Sumedang.
Kunjungan tersebut, dalam rangka melihat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berbasis gotong royong dalam memanfaatkan IT untuk mengatasi permasalahan kemiskinan, stunting, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Pemda Kabupaten Sumedang menawarkan kerja sama dengan Denmark mengenai pengelolaan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan campuran batubara untuk dijadikan sumber energi berkelanjutan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, sampai di Sumedang memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan sebagai energi dalam rangka mengurangi efek rumah kaca.
Saat ini, Sumedang sendiri memiliki tiga tempat Pembuangan Sampah (TPS) di antaranya Cibeureum, Sukanyiru, dan Cijeruk.
Dari tiga tersebut yang ditawarkan Cibeureum dengan 150 ribu ton per hari.
"Kami tawarkan pengelolaan sampah di Cibeureum. Kurang lebih volume sampai mencapai 150 ribu ton per hari, sehingga bisa diolah untuk dijadikan sebagai RDF. Ini baru penjajakan," kata Dony.
Menteri Pembangunan Denmark Flemming Moller Mortensen pun merespon positif mengenai kerjasama yang ditawarkan Pemkab Sumedang itu.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya Denmark yang saat ini tengah konsen dalam mengatasi masalah sampah untuk bisa dijadikan sumber energi.
"Pemerintah Denmark tengah concern mengatasi permasalahan sampah. Dalam waktu dekat akan berkunjung kembali ke Sumedang untuk menindaklanjuti kerja sama ini," katanya.
RDF merupakan metode pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet.
Hasilnya, dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovering batu bara untuk pembangkit tenaga listrik.
Flemming pun mengaku terkesan dengan pemanfaatan IT di Kabupaten Sumedang mengatasi permasalahan stunting, kemiskinan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sumber:Sumedangkab.go.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan