/
Kamis, 08 September 2022 | 12:35 WIB
rizal ramli (YouTube Karny Ilyas Club

SuaraSumedang.id - Ekonom senior Rizal Ramli angkat bicara terkait kenaikan BBM subsidi oleh pemerintah.

Rizal Ramli mengkritik kebijakan tersebut karena menurutnya sangat tidak bijaksana.

Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Ramli dalam program Karni Ilyas Club  Rabu (7/9/22).

Padahal menurutnya, rakyat selama dua tahun terkena pandemi sehingga sangat berat.

"Rakyat kita dua tahun terkena Covid 19 berat sekali, nganggur banyak, uang yang beredar dikalangan rakyat juga sedikit," ujarnya.

Ketika rakyat ingin bangkit dari keterpurukan namun malah diketok dengan kenaikan BBM.

"Covid selesai waktunya  bangkit, baru rakyat mau bangkit di ketok dengan harga BBM," sambungnya.

Dirinya menilai kebijakan tersebut sangat tidak bijaksana karena harga minyak internasional sedang turun.

"Menurut saya sangat tidak bijaksana dan seenaknya karena tidak ada alasan padahal  harga internasional turun," tambahnya.

Baca Juga: Sempat Ajukan Diri Jadi Aspri Hotman Paris, Dinar Candy Ditolak : Kurang Seksi, Dia Punya Kriteria Sendiri

Dia juga menambahkan kebijakan ini inkontradiksi dengan pernyatatan-pernyataan pemerintah sebelumnya.

"Tadinya ngaku surplus ini itu belakangan mengaku tidak punya uang untuk tidak menaikan BBM," ucapnya.

Rizal Ramli juga mengatakan bahwa dirinya dan ekonom senior  menganggap angka sebagai barang suci sehingga jika ada salah angka bisa marah.

 "Angka yang dasar saja salah bagaimana analisanya," ungkapnya.

Namun yang membuatnya kaget adalah baru kali ini dalam sejarah Indonesia, termasuk menteri ekonomi  yang harusnya angka menjadi barang suci tetapi malah diubah-ubah.  

Load More