SuaraSumedang.id - Ekonom senior Rizal Ramli angkat bicara terkait kenaikan BBM subsidi oleh pemerintah.
Rizal Ramli mengkritik kebijakan tersebut karena menurutnya sangat tidak bijaksana.
Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Ramli dalam program Karni Ilyas Club Rabu (7/9/22).
Padahal menurutnya, rakyat selama dua tahun terkena pandemi sehingga sangat berat.
"Rakyat kita dua tahun terkena Covid 19 berat sekali, nganggur banyak, uang yang beredar dikalangan rakyat juga sedikit," ujarnya.
Ketika rakyat ingin bangkit dari keterpurukan namun malah diketok dengan kenaikan BBM.
"Covid selesai waktunya bangkit, baru rakyat mau bangkit di ketok dengan harga BBM," sambungnya.
Dirinya menilai kebijakan tersebut sangat tidak bijaksana karena harga minyak internasional sedang turun.
"Menurut saya sangat tidak bijaksana dan seenaknya karena tidak ada alasan padahal harga internasional turun," tambahnya.
Dia juga menambahkan kebijakan ini inkontradiksi dengan pernyatatan-pernyataan pemerintah sebelumnya.
"Tadinya ngaku surplus ini itu belakangan mengaku tidak punya uang untuk tidak menaikan BBM," ucapnya.
Rizal Ramli juga mengatakan bahwa dirinya dan ekonom senior menganggap angka sebagai barang suci sehingga jika ada salah angka bisa marah.
"Angka yang dasar saja salah bagaimana analisanya," ungkapnya.
Namun yang membuatnya kaget adalah baru kali ini dalam sejarah Indonesia, termasuk menteri ekonomi yang harusnya angka menjadi barang suci tetapi malah diubah-ubah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring