SuaraSumedang.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya buka suara terkait batalnya Jakarta International Stadium (JIS) sebagai salah satu venue yang akan dipakai Timnas Indonesia.
Diketahui, Timnas Indonesia akan menggelar laga FIFA Matchday kontra Timnas Curacao.
PSSI menilai bahwa JIS untuk sementara ini tidak layak digunakan untuk laga tersebut.
Diketahui, JIS semula menjadi satu dari dua stadion untuk menggelar laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Curacao selain Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Tepatnya, untuk laga 27 September alias tiga hari setelah uji coba pertama di GBLA.
Kini, PSSI berkesimpulan bahwa JIS tidak layak dijadikan sebagai venue dengan pertandingan skala besar.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan sehingga stadion megah ini belum bisa dipakai.
Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100% infrastruktur seperti qrea drop-off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara.
Concourse timur area stadion belum dapat digunakan, perimeter tribun juga perlu pengkajian ulang, dan pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh. Lalu sarana pendukung seperti kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos BLT BBM Rp300 Ribu, Bisa Lewat HP
"Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Matchday yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25%, 50%, 75%, 100% dari perhitungan maximum safety capacity," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam keterangan resminya. Dilansir dari Suara.com, Jumat (9/9/2022).
Lebih lanjut, kata Yunus, JIS yang megah hanya bisa menampung parkir lebih kurang 800 unit kendaraan roda empat itu sangat riskan. Padahal, jika timnas main, animo masyarakat sangatlah besar.
Selain itu, masuk ke JIS hanya satu pintu sehingga dikhawatirkan memakan waktu yang lama. Kendala lainnya adalah biaya sewa yang tinggi.
''Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA," pungkasnya
Berita Terkait
-
Teratai Group Sukses Torehkan Prestasi di Ajang Properti Indonesia Award 2022.
-
IKN Pindah, Pengembang Properti Optimis Jakarta Jadi Pusat Bisnis
-
Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Tidak Sepakat dengan Kebijakan Kenaikan Tarif Ojol dari Kemenhub
-
Bantu Pelaku Industri Digital, Telkom Resmi Gandeng Amazon Web Service
-
Rp 34,17 Triliun, Kementerian PUPR Tambah Anggaran Belanja di Tahun 2023
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS