/
Sabtu, 10 September 2022 | 21:10 WIB
Pengakuan Bripka RR Terkait Penembakan di Duren Tiga. (Istimewa)

Khawatir dengan ketegangan Brigadir J dan Kuat Ma’ruf, Bharada E dan Bripka RR berinisiatif menyembunyikan senjata Brigadir J. Saat Bripka RR bertanya ke Brigadir J, ia tidak tahu kenapa Kuat Ma'ruf tiba-tiba marah.

Setelah keadaan lebih tenang, Brigadir J menghadap Putri Candrawathi. Bripka RR hanya melihat Brigadir J duduk di lantai dan PC berbaring. Pertemuan keduanya kurang lebih 15 menit.

4. Bripka RR Diminta Ferdy Sambo Menembak Brigadir J

Bripka RR sempat ditanya Ferdy Sambo soal peristiwa di Magelang tetapi Bripka RR tidak mengetahui.  Bripka RR mengaku sempat diminta Ferdy Sambo menembak Brigadir J. Ia pun menolak dengan halus karena tidak berani. Setelah itu, Bripka RR diminta memanggil Bharada E.

5. Peristiwa Menuju Rumah Dinas

Bripka RR pun turun ke lantai 1 dengan lift dan bilang ke Bharada E untuk menghadap Ferdy Sambo. Kemudian Bripka RR duduk di depan lalu ia melihat Putri sudah di dekat garasi. Bripka RR menghampiri Putri dan langsung diajak melakukan isolasi di rumah Dinas Duren Tiga.

Sesampainya di rumah dinas, Bripka RR memarkir mobil di tepi jalan. Beberapa saat kemudian, Ferdy Sambo tiba di rumah dinas dan Bripka RR pun memundurkan mobil dan masuk ke area carport rumah dinas.

Kuat Ma’ruf pun datang dan meminta Bripka RR menghampiri Brigadir J yang ada di taman samping. Mereka bertiga lalu menemui Ferdy Sambo di ruang tengah rumah dinas.

Baca Juga: Kuat Ma'ruf Tak Sadarkan Diri Usai Dihajar Ferdy Sambo hingga Harus Masuk RS, Begini Faktanya

Load More