/
Senin, 12 September 2022 | 21:49 WIB
Logo BSSN. (BSSN)

SuaraSumedang.id – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir. 

Mengenai dugaan kebocoran data yang saat ini meluap, Kepala BSSN memastikan tidak ada sistem elektronik yang diserang.

"Makanya masyarakat itu kita harapkan tenang saja. Tidak ada satu sistem elektronik yang diserang sementara ini, sistem elektronik ya," kata Hinsa kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Dilansir Suara.com Senin (12/9/2022).

Kepala BSSN baru saja dipanggil ke Istana Presiden oleh Presiden Joko Widodo. Ia diundang dalam rapat internal yang dihadiri Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Rapat hanya beberapa hari setelah dugaan kebocoran, data seperti surat dan dokumen dari Presiden Jokowi ada di Internet.

Peretas yang menyamar sebagai Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas korespondensi Presiden Jokowi, termasuk surat-surat dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Klaim itu menjadi viral setelah akun Twitter bernama "DarkTracer: DarkWeb Criminal Intelligence" membagikan tangkapan layar Bjorka dengan

kartu dan dokumen yang diunggah ke Presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirim BIN dengan label rahasia, bocor.

Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi Senin sore dan mengatur kebocoran data yang baru-baru ini dibahas tidak terkait dengan data sensitif pemerintah.

Baca Juga: Ingin Diterima Kerja? Lakukan 4 Tips Berpakaian ini saat Interview

"Soal bocornya data negara, saya pastikan bahwa itu memang terjadi. Saya sudah dapat laporannya dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),”kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam. 

“Kemudian, dari analisis Deputi VII (Kemenkopolhukam), terjadi di sini-sini. Tetapi, itu bisa sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia," imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Menkominfo Johnny G. Plate yang menyebut bahwa data yang dimiliki hacker atas nama Bjorka adalah data umum.

"Di rapat dibicarakan bahwa memang ada data-data yang beredar, salah satunya oleh Bjorka, tapi data-data tersebut setelah ditelaah sementara adalah data-data yang bersifat umum. Bukan data-data spesifik dan bukan data-data ter-'update'," katanya selepas rapat internal bersama Presiden Jokowi.

Load More