SuaraSumedang.id – Peretas kondang Bjorka membuat heboh netizen Indonesia dengan akun Twitter-nya. Sayangnya, belum lama ini, akun Twitter Bjorka ditangguhkan, yang mengindikasikan beberapa pejabat tingkat tinggi.
Seolah-olah dia tidak takut, akun Twitter Bjorka kembali dan mulai beberapa Tweet yang tak kalah pedasnya. Namun lagi-lagi kabarnya akunnya dibanned belum lama ini.
Bjorka langsung mengonfirmasi akun baru yang dibanned itu melalui channel Telegram yang ia buat.
Dia bahkan menyebut pemerintah Indonesia di balik penangguhan akunnya.
Di saluran Telegram-nya, peretas Bjorka muak dengan pemerintah Indonesia, terutama hilangnya akun Twitter.
Hacker Bjorka juga mengaku sedang istirahat sejenak karena lelah. Dia juga dihentikan sementara.
"Ya, akun Twitter saya telah diblokir lagi.
Aku akan istirahat sekarang. Sampai jumpa lagi dan aku mencintai kalian semua. [Ya, akun Twitter saya telah ditangguhkan lagi. Saya akan beristirahat sekarang. Sampai jumpa dan sayang]" tulis Bjorka melalui Telegram.
Tetapi peretas Bjorka menambahkan bahwa istirahatnya tidak akan bertahan lama.
Baca Juga: KontraS Nilai Pemerintah Abai di Tengah Maraknya Kebocoran Data, Kominfo: Siapkan Regulasi
"Jangan khawatir, Anda tidak akan menyukainya," lanjutnya.
Tidak diketahui berapa lama akan dia ingin mengambil istirahat dari beberapa kegembiraan yang ditimbulkannya baru-baru ini.
Ikut menyebarkan data bocor dari Bjorka. Bisakah kena undang-undang ITE?
Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran data yang dibocorkan oleh peretas Bjorka.
Dilansir Suara.com, Senin (12/9/2022), disebutkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam penyebaran kebocoran data mematuhi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Hati-hati dengan netizen yang senang karena mereka mungkin mengungkapkan data Bjorka. Jika Anda berpartisipasi dalam pertukaran data penuh, Anda dapat masuk ke kategori doxing, transmisi data pribadi. Penyebarluasan data tersebut dapat dikenakan UU ITE," kata Ismail di akun Twitter-nya, dikutip Senin (9/12/2022).
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Sebut jika Data Bjorka tidak Benar maka Istana Harus Buka Data Sebenarnya
-
BSSN Minta Masyarakat Tenang, Klaim Sistem Elekronik Tidak Diserang
-
Soroti Hacker Bjorka Ungkap Pejabat tidak Vaksin booster, Rocky Gerung: Kabinetnya Berantakan
-
Mahfud MD Selain Tanggapi Serangan Hacker Bjorka juga Akui Hal ini
-
Bantah Alihkan Kasus Ferdy Sambo, Hacker Bjorka Senggol Nama Kapolri
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
-
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri