SuaraSumedang.id - Muncul skenario Ferdy Sambo bisa lepas dari jerat hukum sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Hal tersebut, sebagaimana disebutkan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik yang menyatakan, tidak menemukan adanya perintah dari Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.
Alasan itu dikemukakan, karena perintah yang diberikan oleh Ferdy Sambo kepada Bharada E yakni hanya menembak.
Oleh karena itu, Taufan menyimpulkan bahwa perintah itu bukan berarti membunuh. Sehingga dirinya menilai adanya perintah untuk menembak bisa saja itu hanya untuk memberi efek jera.
Bagi Taufan tewasnya Brigadir J disebutkan bisa jadi karena adanya salah persepsi yang diterima Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.
"Richard (Bharada E) bilang saya disuruh nembak. Itu (menembak Brigadir J) kan berarti bukan disuruh membunuh," kata Taufan wawancara dengan Tempo.
Bharada E dalam kesaksian sebelumnya, mengaku mendapatkan perintah untuk menembak dari Fedy Sambo, bisa menjadi rancu.
Bisa jadi, Taufan melanjutkan, kemungkinan jika perintah menembak itu hanya untuk melukai Brigadir J bukan membunuh.
"Sambo kan bukan bilang 'bunuh Richard (Bharada E), bunuh," kata Taufan.
Baca Juga: Daftar Pebalap MotoGP 2023 Tersisa Satu Slot setelah LCR Honda Pertahankan Nakagami
Di sisi lain, Bharada E berada dalam posisi sangat bahaya. Langkah yang saat ini dijalani penyidik Mabes Polri diduga akan membahayakan Richard.
Muncul pula dugaan dengan adanya pemeriksaan para tersangka menggunakan alat lie detector dinilai akan membahayakan.
Lebih dari itu, hasil lie detector pun dianggap akan mengaburkan tentang siapa yang menjadi pelaku utama.
Menurut Ahli Hukum Pidana, Firman Wijaya mengatakan, jika hasil lie detector terhadap para tersangka akan mengaburkan siapa yang menjadi dalang pembunuhan Brigadir J.
Dia menilai dari hasil itu justru akan berimbas kepada Bharada E, yang dalam kasus kematian Brigadir J sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Meski Bharada E menjadi eksekutor, tapi berdasarkan pemeriksaan penyidik Mabes Polri, otak penembakan atau dalangnya adalah Irjen Ferdy Sambo.
Hal serupa pun dilihat Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy. Ia menerangkan apa yang terjadi saat ini membahayakan kliennya, saat hadir jadi narasumber di Program Dua Sisi TVOne.
Ronny mengatakan, jika Bharada E selama ini sudah konsisten, dan terbuka tentang peristiwa pembunuhan Brigadir J.
"Prinsipnya klien saya (Bharada E) sudah konsisten. Kita garis bawahi, klien saya adalah saksi makota, perannya sangat penting," kata Ronny.
Sumber:SuaraDepok
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Korupsi Lahan di Subang, Lima Pejabat Desa Cibogo Jadi Tersangka
-
5 Poin Penting Stadion Pakansari Porak-poranda Diterjang Angin Kencang
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Kontroversi: ICE Ambil Peran Kunci, Suporter Waswas?
-
Panas! Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Cabut Sanksi Rusia, UEFA Lawan Mati-matian
-
3 Skincare Cowok yang Bikin Wajah Cerah, Harganya Murah Meriah!
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak di Brasil hingga 2030, Kantongi Gaji Rp170 Miliar
-
IIMS 2026 Bertabur Brand Dunia, Toyota Rilis 3 Mobil Hybrid EV Baru
-
Daftar Lengkap 24 Pejabat Baru Kabupaten Bogor yang Dilantik
-
Lantik 24 Pejabat Baru, Bupati Bogor: Saya Pastikan Tidak Ada Jual Beli Jabatan