SuaraSumedang.id - Sosok hacker Bjorka dikabarkan ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.
Diduga Bjorka pemuda berinisial MAH (21) di Madiun, Jawa Timur diamankan pada Rabu (13/9/2022) pukul 18.39 WIB.
Berdasarkan informasi, setelah diringkus yang bersangkutan diboyong ke Polsek Dagangan untuk diperiksa secara intensif.
Sementara itu, Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol. Nurul Azizah mengklaim belum menerima informasi soal penangkapan itu.
"Belum terinformasi," kata Nurul kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).
Hacker Bjorka mulai ramai di tengah publik setelah dirinya memposting sebuah kumpulan data berupa pendaftaran kartu SIM Card telepon Indonesia.
Ia mengunggah data itu melalui situs Breach Forums pada 6 September 2022, dan menjualnya dengan harga dalam jumlah fantastis.
Bersamaan dengan itu, Bjorka pun kembali beraksi dengan membobol data penduduk yang teregistrasi di Komisi Pemilihan Umum atau KPU.
Tak tanggung bahkan, sosok hacker ini menggaet sejumlah data 150 juta penduduk. Data itu mencakup NIK, KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, usia, alamat, hingga status disabilitas.
Baca Juga: Ternyata Anak Ferdy Sambo Dikawal Ajudan Berpangkat Bripka
Bjorka membanderol data itu seharga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp74,6 juta. Tak hanya itu, Bjorka semakin menarik perhatian publik.
Ia membocorkan data kepresidenan. Sosok peretas itu mengunggah dokumen yang diduga milik kepresidenan ke situs Breach Forums beberapa waktu lalu.
Pemerintah Bentuk Timsus
Pemerintah akhirnya membentuk tim khusus menyusul adanya serangan siber yang dilancarkan hacker Bjorka. Meski serangan itu dinilai tidak berbahaya.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, tim khusus besutan presiden demi melindungi data rahasia milik negara.
"Ya, untuk melindungi data yang sifatnya rahasia negara. Mumpung sekarang belum ada yang bisa dibobol," kata Mahfud MD saat dihubungi, Rabu (14/9).
Mahfud MD beranggapan kalau data yang dibocorkan Bjorka selama ini bukan merupakan data rahasia negara.
Data-data yang diklaim Bjorka hasil dari peretasannya itu dinilai Menko Polhukam bisa diperoleh di manapun.
Sumber:Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain
-
Raksasa Samudra Bersandar di Lampung: MV Cape San Juan Bawa 'Otot' Militer Super Garuda Shield 2026
-
Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz
-
Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini
-
Mengenal Tujuan Gerakan Pramuka dan Perannya dalam Pembentukan Karakter Bangsa
-
Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya
-
Harga Rumah Naik Tipis, BI Catat Penjualan Properti Mulai Pulih pada Kuartal II 2026
-
Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang