/
Jum'at, 23 September 2022 | 13:11 WIB
Irjen Pol. Ferdy Sambo. (Suara.com)

SuaraSumedang.id - Kabar terkait Ferdy Sambo masih ramai menyita atensi publik. Tersangka utama kasus pembunuhan Brigadir J tersebut, membuat sebagian pensiunan Polri terheran-heran lantaran karier mantan Kadiv Propam Polri tersebut melejit. 

Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang berkomentar terkait melesatnya karier Ferdy Sambo sebagai polisi. Ricky heran karena pangkat Sambo naik cepat. 

Padahal, kata dia, masih banyak polisi seangkatan Ferdy Sambo yang lebih pintar dan berhak menyandang pangkat setara dengan Sambo yakni, bintang dua. 

Ricky mengaku terkejut karena Ferdy Sambo tiba-tiba mendapat pangkat Inspektur Jenderal, padahal suami Putri Candrawathi tersebut belum pernah menjabat sebagai Kapolda. 

"Saya gak tahu kriterianya Sambo itu apa, gak pernah jadi Kapolda juga tiba-tiba bintang dua," beber Ricky saat menjadi bintang tamu di YouTube Rumah Uya, dikutip, Jumat (23/9/2022).

"Sementara senior-senior  yang lain masih jauh di bawah dia,"  tambahnya. 

Menurut dia, pengangkatan kilat Ferdy Sambo menjadi perwira tinggi polisi berpangkat jenderal bintang dua tersebut sedikitnya membuat kecemburuan di kalangan istitusi Polri. 

"Mbok urut kacang lah kan banyak tiap-tiap angkatan yang punya pengetahuan mumpuni, main loncat-loncat aja, akibatnya terjadi kecemburuan sosial," katanya.

Ia menilai banyak anggota kepolisian yang memiliki rekam jejak lebih baik daripada Sambo, tapi tidak diberi kesempatan hingga kariernya bisa melonjak seperti Ferdy Sambo. 

Baca Juga: One Piece 1061: Misteri Terbesar Kemunculan Dr Vegapunk

Ada polisi yang berkualitas mumpuni, hebat dia, tapi dia tidak punya kesempatan. Padahal kalau dia didudukkan pada posisi itu jauh lebih hebat dia untuk membersihkan Polri itu sendiri," ucapnya.

"Tapi ternyata yang naik yang model-model Sambo itu," ia menambahkan.

Namun, Ricky tak menyebut kalau penyebab melejitnya karier Sambo di Polri itu disebabkan karena adanya praktik nepotisme di institusi Polri. Menurutnya, tudingan adanya geng di dalam Polri hanya sebatas asumsi liar publik saja.

"Dia bukan pintar, mintarin orang lain, pintar-pintar jilat muka," kata Ricky.

"Padahal di Mabes Polri ada yg otak-otak brilian, seorang konseptor tapi gak dapat kesempatan. Ini mudah2an jadi guru yang terbaik bagi SDM Mabes Polri untuk mencermati ini," tutupnya. 

Karier Ferdy Sambo

Mengutip Suara.com, Ferdy Sambo merupakan lulusan dari Akademi Kepolisian angkatan 1994. Setelah menyelesaikan studinya di Semarang, Sambo bertugas di Pama Lemdiklat Polri. 

Setelah setahun pengabdian di Pama Lemdiklat Polri, pada 1995, Ferdy Sambo termasuk dalam mutasi penugasan. Kala itu, Sambo ditugaskan di Pamapta C Polres Metro Jakarta Timur.

Performanya selama bertugas di Pamapta C Polres Metro Jakarta Timur berhasil membuatnya diangkat sebagai Ketua Tim Tekab Polres Metro Jakarta Timur.

Dua tahun kemudian, pada 1997, Ferdy Sambo dimutasi jabatan sebagai Kepala Unit Resintel Polsek Metro Pasar Rebo Jakarta Timur. Ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Unit Resintel Polsek Metro Cakung.

Kerja keras Sambo membuatnya mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolsek Metro Matraman Jakarta Timur.

Prestasi cemerlang yang berhasil disabet Ferdy Sambo ini juga membuat karier kepolisiannya semakin bersinar. Ia kembali naik jabatan pada tahun 2001 dan diamanahkan sebagai Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Hampir 10 tahun berkarir di seputaran DKI Jakarta, Ferdy Sambo pun kembali dimutasi ke Bogor, Jawa Barat dan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bogor.

Sambo kembali mendapatkan promosi jabatan sebagai Kanit IV Satops I Ditreskrim Polda Jawa Barat pada tahun 2004. Satu tahun setelahnya, ia ditunjuk sebagai Kassubag Reskrim Polisi Wilayah Bogor.

Pada 2008,  Ferdy Sambo kembali dimutasi ke Jakarta dan menjabat sebagai Kepala Siaga Ops BiroOps Polda Metro Jaya. Pemindahan tugas lagi terjadi pada tahun 2009 saat dirinya kembali naik jabatan sebagai Kasat V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Tahun 2010, karier Ferdy Sambo melesat saat dirinya mendapatkan jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Dua tahun setelahnya, Ferdy Sambo mendapatkan promosi jabatan lagi sebagai Kapolres Purbalingga dan ditunjuk sebagai Kapolres Brebes pada tahun 2013. Dua tahun kemudia ia ditarik kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Wadir Reskrimum. Ia juga pernah diangkat sebagai Kasubdit IV Dirtipidum Bareskrim Polri 3.

Jabatan terakhir yang dijabat Sambo adalah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan sejak 2020 hingga akhirnya ia diberhentikan dengan tidak hormat pada September 2022.

Load More