SuaraSumedang.id - Bonek Mania, kelompok suporter Persebaya Surabaya, menganggap kemenangan tim kebanggaannya atas Arema FC sangat tak berarti bila dibandingkan dengan hilangnya nyawa manusia.
Persebaya menang dengan skor 2-3 atas tuan rumah Arema FC dalam laga lanjutan Liga 1 2022/2023, yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), malam.
Laga tersebut berujung rusuh dan melahirkan duka mendalam di mana ratusan nyawa manusia melayang setelah menyaksikan laga tersebut. Tercatat, sudah 182 orang dinyatakan meregang nyawa akibat insiden ricuh di Stadion Kanjuruhan.
"Kami sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian ini. Semoga menjadi terakhir insiden seperti ini,” kata koordinator suporter Bonek Mania, Husin Ghazali seperti dimuat Antara, Minggu (2/10/2022) melansir dari Suara.com.
Husin mengatakan rivalitas kedua tim hanya berlangsung selama dua kali 45 menit saja. Selebihnya harus kembali akur dan saling menghormati.
Ia mengatakan harus dilakukan evaluasi oleh semua pihak khususnya terkait keamanan dan kenyamanan dalam sebuah laga sepak bola demi terciptanya sepak bola yang benar-benar bisa dinikmati semua kalangan.
"Harus ada evaluasi dari semua pihak untuk berbenah demi kebaikan bersama,” bebernya.
Husin menegaskan tidak ada Bonek Mania yang datang ke Stadion Kanjuruhan saat laga tersebut berlangsung. Ia mengatakan hal itu sebagaimana kesepakatan kedua suporter yang tidak akan datang ke kandang lawan masing-masing saat kedua kesebelasan bertanding.
“Kalau Arema tuan rumah maka suporter Persebaya sepakat tidak datang, begitu juga sebaliknya. Kalau Persebaya yang tuan rumah maka suporter Arema tidak ke Surabaya. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” tukasnya. (Sumber: Antara)
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Jadi Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan Kedua di Dunia
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan Jadi Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan Kedua di Dunia
-
FIFA Bicara Soal Insiden Maut di Stadion Kanjuruhan Malang: Tragedi di Luar Pemahaman
-
Presiden FIFA Gianni Infantino Tanggapi Tragedi Kanjuruhan: Hari yang Gelap di Sepak Bola
-
Aremania Gelar Aksi Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan
-
Polri Kena Lagi, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Tewasnya Ratusan Suporter Arema FC
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba