/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 18:56 WIB
Pendukung Arema FC; tragedi Kanjuruhan seusai pertandingan BRI Liga 1 Arema FC kalah 2-3 oleh Persebaya Surabaya. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraSumedang.id - Presiden FIFA, Gianni Infantiono menyatakan, ini adalah hari yang gelap di sepak bola.

Menyusul tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang, setelah berakhir pertandingan BRI Liga 1 pekan 11 antara Arema FC vs Persebaya.

Sekitar 174 orang meninggal dunia, insiden ini tak luput dari perhatian dunia sepak bola secara global.

Sebagaimana dilansir dari situs resmi FIFA, Infantino mengucapkan rasa duka yang mendalam atas insiden tersebut.

Ia mengaku merasa terpukul mendengar tragedi yang menelan banyak korban jiwa pada tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Dunia sepak bola sedang shock, menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan," kata Presiden FIFA, Minggu (2/10/2022).

Presiden FIFA Gianni Infantino. (sumber: Dok.Antara)

"Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi memilukan," tambanya.

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini."

"Bersama FIFA dan komunitas global, semua pikiran dan doa kami bersama untuk para korban, mereka yang telah menjadi korban, mereka yang terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia pada situasi yang sulit ini," kata Infantino.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Jadi Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan Kedua di Dunia

Sumber:Suara.com

Load More