SuaraSumedang.id - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Sumedang resmi dilantik pada Kamis (6/10/2022) di Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang (PPS).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Sumedang, Huliman Abdul Gofur mengatakan, seluruh kader HMI siap berpartisipasi untuk memajukan pembangunan daerah.
Huliman mengatakan, kader HMI meski sudah menjadi alumni dan tidak berkiprah di dunia kampus harus aktif dalam berbagai segmentasi kehidupan masyarakat. Baik di birokrasi, swasta, politik maupun sektor usaha.
“Kami bersama Pemerintah Daerah ingin bersama-sama mewujudkan visi misi daerah khususnya di Kabupaten Sumedang, agar masyarakat supaya terbantu tingkat ekonomi dan kesejahteraannya,” kata Huliman usai menghadiri Stadium General dan Pelantikan KAHMI Sumedang periode 2022-2027 di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Dilansir dari rbg.id, Jumat (7/10/2022).
Kendati demikian, kata Huliman, dalam hal ini kader HMI tidak ingin terjun secara praktis pada hal-hal yang bersifat teknis.
Lebih lanjut, kata dia, lebih fokus kepada hal yang bersifat strategis bersama Pemerintah pusat, provinsi sampai kepada daerah untuk menjalin kerjasama dengan berbagai steakholder.
“KAHMI disini menjadi katalisator untuk menyambungkan proses-proses ekonomi, pembangunan dan investasi dari kalangan insan akademis melalui KAHMI. Selain itu KAHMI juga memiliki gagasan-gagasan dan ide besar dalam mewujudkan cita-cita bangsa,” katanya menambahkan.
Oleh sebab itu lanjut Huliman, setidaknya ada tiga strategi yang akan dilakukan oleh KAHMI.
Pertama memperkuat ketahanan pangan dengan cara memanfaatkan seluruh lahan yang ada untuk pertanian.
Baca Juga: 8 Amalan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Mengandung Keistimewaan
“Kami ada program Teras Hejo, yakni pekarangan rumah kita manfaatkan untuk pertanian. Kemudian SEKOPI CINTA, supaya petani lebih maksimal lagi bekerja. Ini sebagai stimulan program kami. Mudah-mudahan ini ditangkap oleh pengurus KAHMI,” ujar Huliman.
Selain ketahanan pangan, strategi kedua yaitu melalui hilirisasi produk, diantaranya membangun integrated farming di sentra Mangga Gedong Gincu di Jatigede, di wilayah Kaleci (Karedok, Lebak Siuh dan Cintajaya).
“Kami punya ide dan gagasan bagaimana supaya menjual barang mentahnya saja. Kita akan coba kembangkan integrated farming di wilayah Kaleci, karena Mangga itu cepat busuk. Tetapi kalau diolah kemudian di-pabrikasi, dikemas khusus, akan ada added value-nya,” tuturnya.
Terakhir, Huliman mengatakan, perlu adanya digitalisasi ekonomi untuk memperkuat Kabupaten Sumedang dalam menghadapi badai krisis global salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam perizinan berinvestasi.
“Di kepengurusan HMI, khususnya KAHMI ini ada unsur akademisi. Mari kita pecahkan bersama-sama ini untuk masa depan Kabupaten Sumedang dalam menghadapi 2023,” pungkas Huliman yang juga aktif di Asprumnas Sumedang ini.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir meminta Korpres KAHMI Sumedang untuk menyumbang kader terbaik HMI dalam sumbangsih membangun daerah.
Tantangan di depan tentang resesi ekonomi global yang berdampak pada Indonesia dan Sumedang kata Doni, harus sama-sama dipecahkan oleh anak bangsa termasuk kader HMI dan KAHMI Sumedang.
"Jelas Sumedang ini menjadi model baru dalam setiap program. Banyak prestasi yang dibanggakan dan membanggakan yang sudah diraih. Kini giliran kader HMI dan KAHMI bisa sama-sama sinergi membangun Sumedang," kata Doni dalam acara tersebut.
Berita Terkait
-
Tempat Wisata di Sumedang Hits, Nikmati Sensasi Berenang di Atas Awan
-
Bawaslu Sumedang Perpanjang Pendaftaran Panwascam, Ini Alasanya
-
Dinkes Sumedang Mendapat Temuan Kasus HIV pada 11 Ibu Hamil
-
Gempa M 2,7 di Sumedang, BMKG Sebut Akibat Sesar Cileunyi-Tanjungsari
-
Viral! Siswa SMP di Sumedang Jadi Korban Perundungan, Dikeroyok hingga Nyaris Digilas Motor
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
-
Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto
-
Review Buku Anything, Kisah Hangat Tentang Arti Sebuah Rumah
-
Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini
-
UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!