SuaraSumedang.id - Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebut, bila delapan pintu darurat yang berada di Stadion Kanjuruhan dapat difungsikan, dapat meminimalisir korban dalam insiden tersebut.
Polri menyatakan ada delapan pintu darurat yang berada di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tidak dapat difungsikan.
Hal itulah, yang disebut-sebut sebagai satu di antara faktor penyebab banyaknya korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan.
"Dari 8 pintu emergency seharusnya bisa difungsikan. Kalau itu bisa difungsikan, maka jatuhnya korban bisa diminimalisir," kata Dedi pada Senin (10/10/2022).
"Tapi ketika kejadian itu, fungsi dari emergency exit-nya itu tidak berfungsi dengan baik. Tidak bisa dibuka itu yang betul-betul tidak kita harapkan," tambahnya.
Dedi pun menambahkan, seluruh pintu di sekitar stadion semestinya tidak dalam kondisi terkunci serta harus dijaga oleh steward, sehingga dapat difungsikan dengan baik.
"Sebelum pertandingan harus dipastikan di dalam regulasi ini semua pintu dijaga oleh steward. Semua pintu harus dalam keadaan tidak boleh dikunci, dan apabila difungsikan harus mampu semaksimal mungkin bisa mengeluarkan penonton dalam keadaan selamat," ucapnya.
Sebagaimana dilansir dari PMJ News, pada Selasa (11/10/2022), Polri mengklaim bahwa korban-korban yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan bukan disebabkan karena gas air mata.
"CS (chlorobenzalmalononitrile) atau gas air mata dalam tingkat tertinggi pun tidak ada yang mematikan," kata Dedi Prasetyo.
Baca Juga: Tempat Wisata di Depok yang Instagramable Punya Jembatan Apung
Dedi menerangkan, klaim tersebut didasari dari keterangan ahli maupun dokter yang menangani korban-korban dalam tragedi Kanjuruhan.
"Dari penjelasan para ahli, dokter spesialis yang menangani para korban, baik korban yang meninggal dunia maupun korban yang luka, dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satupun yang menyebutkan penyebab kematian adalah gas air mata," jelas Dedi.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan, bahwa korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan disebabkan karena kekurangan oksigen akibat berdesak-desakan.
"Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen. Karena terjadi berdesak-desakan.
Kemudian terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan, yang mengakibatkan kekurangan oksigen pada pintu 13, pintu 11, pintu 14, dan pintu 3," ucapnya.
Sumber:PMJ News
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas