/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 12:46 WIB
Erick Thohir bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino ( (instagram/@erickthohir)

SuaraSoreang.id-Federasi sepak bola internasional yakni FIFA telah menjalin komunikasi bersama Pemerintah Indonesia atas insiden targedi Kanjuruhan.

FIFA diketahui tidak memberikan sanksi terhadap Indonesia, namun berencana memberikan kolaborasi untuk transformasi perbaikan sepak bola Indonesia.

Secara resmi FIFA telah memberikan surat kepada pemerintah Indonesia yang isinya beberapa poin pandangan dan saran yang FIFA berikan terhadap dunia sepak bola Indonesia.

Sebelumnya pemerintah Indonesia melalui Menteri BUMN Erick Thohir sudah menyambangi lebih dulu Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam upaya perbaikan dan tarnformasi sepak bola Indonesia, salah satu yang disorot FIFA dan menjadi pembahasan yaitu tentang waktu digelarnya kick-off pertandingan.

Erick mengungkapkan, FIFA telah menuliskan surat yang menerangkan bahwa pertandingan di Indonesia tidak ada lagi yang bergulir terlalu malam seperti sebelumnya.

“Poin empat (dari surat yang disampaikan FIFA, red) ini lebih menarik. Mungkin untuk dunia televisi akan teriak-teriak, bahwa pertandingan tidak lagi diperbolehkan di atas jam 5 sore,” tutur Erick Thohir dikutip dari laman PMJ News pada 11 Oktober 2022.

Alsannya adalah melihat ketersedian akses kendaraan umum yang menyebabkan mudahnya tercipta kerumunan suporter saat laga usai.

“FIFA menyoroti soal kendaraan umum. Kalau di malam hari tidak ada kendaraan umum, suporter jadi tidak mudah pulang dan bisa menyebabkan kerumunan. Yang kemudian berpotensi menimbulkan perseteruan,” lanjutnya.

Baca Juga: Persib Terus Berupaya Memperbaiki Penyelenggaraan Pertandingan Kandang

Lebih jauh Erick Thohir pun berharap ingin sistem ticketing di Indonesia meniru Eropa. Dengan sistem seluruh data suporter terdaftar dalam sebuah database.

“Kemudian suporter nantinya wajib masuk dalam database. Seperti di Eropa. Semua suporter di Eropa sudah teregistrasi,” terangnya.

“Jadi masing-masing suporter juga bertanggung jawab ketika sudah terdaftar,” tuturnya.

Hal itu akan meredam tindakan-tindakan kriminalitas didalam stadion.

“Kalau suporter tersebut melakukan tindakan-tindakan kriminalitas, data itu sudah tercatat. Nantinya pembangunan dengan database digital ini akan dilakukan, dan di situ ditulis oleh FIFA,” pungkasnya.

Sumber: PMJ News

Load More