/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:37 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraSumedang.id - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkap ada tiga anggotanya yang menjalani pemeriksaan terkait kasus pembunuhan sadis seorang pegawai negeri sipil (PNS), Iwan Budi Prasetyo di Semarang.

Jenazah Iwan Budi Prasetyo ditemukan mengenaskan di mana kondisinya terbakar dan termutilasi di kawasan Marina Semarang pada 8 September 2022, lalu. 

Sosok Iwan Budi Prasetyo sendiri berstatus sebagai saksi kasus korupsi. 

"Kami memeriksa tiga (anggota TNI) sejauh ini. Dari polisi militer. Saya agak lupa (inisialnya) tetapi memang kebetulan tiga orang," kata Andika Perkasa di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (12/10/2022), melansir Suara.com.

Andika Perkasa mengatakan pemeriksaan yang dilakukan terhadap tiga orang anggota TNI tersebut merupakan hasil pengembangan dari penyidikan Polda Jawa tengah. 

Namun, Andika Perkasa mengatakan belum bisa memastikan apakah ketiga anggotanya tersebut terlibat dalam pembunuhan sadis itu. Pasalnya, kata dia, ketiga prajurit TNI tersebut masih berstatus sebagai saksi.

"Kami belum menyimpulkan ke situ. Kami sebut persons of interest atau mereka-mereka yang kami ingin dalami. Belum kami tingkatkan sebagai tersangka, masih penyelidikan dan statusnya masih sebagai saksi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap tiga anggotanya itu bukan perkara mudah. Pasalnya, ada penyangkalan dari ketiganya terkait dengan dugaan keterlibatan dalam pembunuhan sadis itu. 

"Kami sekarang sedang melakukan proses terus. Memang tidak semudah itu karena ada saja denial (penyangkalan) atau jawaban-jawaban yang kemudian membuat seolah-olah tidak terlibat," katanya.

Baca Juga: Alat Bukti Sudah Terkumpul, Status Rizky Billar Naik dari Terlapor Jadi Tersangka?

"Akan tetapi, kami tidak begitu saja menyerah karena kami yakin Polda juga punya bukti-bukti awal yang cukup pokoknya kami terus mengawal," ia menambahkan.

Ia mengatakan alibi yang dilayangkan ketiga anggotanya terkait perkara pembunuhan PSN Semarang tersebut cukup kuat. Alhasil, Andika Perkasa berharap ada informasi tambahan dari masyarakat. 

"Dinyatakan di situ 'Kan alibi-alibinya cukup kuat sehingga kami membutuhkan info tambahan, dari masyarakat pun kami siap menerima'," ucapnya. 

Namun, Andika Perkasa mengatakan akan terus mengawal kasus pembunuhan sadis PNS di Semarang. Ia memastikan proses hukum akan terus berlanjut sampai tuntas.

"Langsung saya kontrol per minggunya ditangani oleh Kodam (IV/Diponegoro) tetapi laporan terus, langsung kepada saya setiap minggu," tutupnya. (Sumber: Suara.com)

Load More