/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 10:10 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

SuaraSumedang.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerangkan, ada 99 balita meninggal dunia.

Hal tersebut diketahui dengan hasil pemeriksaan medis yang ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya yang merusak ginjal.

"Intinya memang sudah ada 99 balita yang meninggal. Dari 99 balita itu kita periksa ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya," kata Budi Gunadi, seperti dilansir dari PMJ News.

"Kita ambil darahnya, kita periksa, kita lihat, ada bahan-bahan kimia berbahaya yang merusak ginjal," tambahnya.

Menurut Menkes, pihaknya sudah mendatangi rumah keluarga balita yang meninggal, dan meminta obat-obat yang diminum.

Diketahui obat-obat yang diminum pun mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. "Kemudian kita datangi rumahnya, kita mintakan obat-obat yang diminum. Itu juga mengandung bahan-bahan tersebut," kata dia.

"Jadi sekarang kita berkoordinasi dengan BPOM, supaya bisa cepat dipertegas obat-obat yang mana yang harus kita tarik," sambungnya.

Kemudian Menkes Budi Gunadi menambahkan, kematian bayi per-bulan yang telah terdeteksi mencapai 35 balita.

"Karena ini sudah meninggalnya puluhan per bulan, dan ini yang terdeteksi kita, mungkin sekitar 35 per bulan."

Baca Juga: Dituding Selingkuh dari Sule, Nathalie Holscher: Saya Sangat Dirugikan

"Rumah sakit sudah mulai agar penuh yang rujukan. Saya rasa yang meninggalnya lebih dari itu," papar Menkes.

Pihaknya pun akan mengambil tindakan preventif agar tidak bertambah korban balita tersebut.(*)

Load More