SuaraSumedang.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menemukan proyek galian tanah merah yang diduga dilakukan dengan modus pembangunan restoran.
Proyek galian tanah merah diduga hanya modus pembangunan restoran tersebut terletak di daerah Cijantung, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
"Kegiatan proyek galian tanah merah itu sangat membahayakan karena membelah bukit di daerah Cijantung, Purwakarta," kata Dedi Mulyadi, Rabu (26/10/2022).
Menurut Dedi, proyek yang berada di tepat di pinggir jalan itu tidak hanya mengakibatkan kemacetan, tapi diduga hanya modus untuk aktivitas penggalian, dan penjualan tanah.
Di lokasi proyek terlihat satu alat berat sedang melakukan pekerjaan membelah bukti yang berada tak jauh dari jembatan Tol Cipularang.
Di atas bukti, kata Dedi, masih terdapat sejumlah tiang listrik yang bisa kapan saja ambruk, dan menimpa kendaraan tengah melintas di bawah bukit.
"Ini (proyek galian tanah merah) sangat membahayakan, karena ada tiang listrik di atasnya. Bawahnya tetap dihajar, dan digali diambil tanahnya. Jembatan (Tol Cipularang) bisa terancam ambruk oleh penggalian di sini," ucap Dedi.
Ia menduga proyek galian dengan izin pembangunan restoran itu hanya modus. Artinya, proyek pengerjaan diberi nama pembangunan.
Namun, kata dia, ujungnya hanya aktivitas penggalian untuk menjual tanah ke daerah lain.
Baca Juga: Kondisi Terkini Nikita Mirzani dalam Tahanan, Begini Kata Kepala Rutan Kelas 2 B Serang
Hal tersebut, tambah Dedi, terlihat dari banyaknya truk berukuran besar yang menunggu giliran mengangkut tanah galian.
Pada kesempatan itu, Dedi Mulyadi langsung membubarkan truk tersebut karena menghambat lalu lintas.
Meski penanggung jawab proyek tersebut saat ditemui di lapangan menyebut kalau proyek itu dilakukan sebagai pematangan lahan.
Selanjutnya, dibangung restoran dengan konsep lesehan, tetapi Dedi tetap curiga kalau itu hanya modus.
"Masa pematangan tanah caranya begini, saya tahu ini modus seperti ini. Ini kan daerah rawan. Ini tanah kemudian diangkut untuk dijual, tadi truk berbaris," ucapnya.
Dedi tetap meyakini jika proyek itu hanya bertujuan menggali, dan menjual tanah. Sementara IMB hanya akal-akalan saja agar lokasi bisa digali.(*)
Sumber:ANTARA
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?
-
Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
-
51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang
-
Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza
-
Rekam Jejak Kuntadi, 'Algojo' Kasus Timah Harvey Moeis Kini Jadi Calon Kuat Jampidsus
-
Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula di Indonesia
-
Purbaya Lawan Balik Penggugat Patriot Bond Danantara, Siapkan Ahli Hukum
-
Tak Cukup Blokir Situs, Kemkomdigi Gandeng OJK dan Bank Putus Rantai Judi Online
-
Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah Dituding Keponakannya, Menteri PU: Buktikan, Kalau Benar Hadiah Umrah