/
Jum'at, 11 November 2022 | 11:03 WIB
Suara.com/Alfian Winanto

SuaraSumedang.id - Kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Hutabarat yang menyeret nama pasutri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terus berjalan.

Terbaru, geng Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menyuarakan terkait dugaan adanya pelecehan seksual Brigadir J terhadap istri mantan Kadiv Propam Polri sebagai motif dari pembunuhan tersebut.

Meski begitu, pernyataan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersebut tidak begitu saja dipercayai publik.

Terlebih usai terdakwa Kuat Maruf dan saksi Susi ART Sambo yang mengaku tidak tahu soal adanya kejadian pelecehan seksual tersebut.

Lebih lanjut, hal tersebut turut menuai komentar dari seorang krimonolog, Monica Margaret.

Monica Margaret mengatakan, hal yang  wajar bila korban dugaan kekerasan seksual merasa tertekan dan takut.

"Ketika ada kekerasan seksual, maka hubungan antara pelaku dan korban pasti broken. Kekerasan seksual apalagi karena korbannya, dalam hal ini, adalah perempuan, itu akan mengalami trauma, rasa takut yang sangat besar apalagi kalau ini kejadian pertama kali, dan akan enggan untuk bertemu kembali dengan pelaku," jelas Monica di program Dua Sisi, dikutip Suara.com dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (11/11/2022).

Di lain sisi, pernyataan Monica pun membuat publik menjadi bertanya-tanya terlebih Putri yang masih mau bicara empat mata dengan Brigadir J selama 1 menit di kamar.

Lebih lanjut, tak adanya hasil visum serta pendukung lainnya yang disertakan istri Ferdy Sambo tersebut makin menambah dugaan pelecehan seksual itu tidak benar adanya.(*)

Baca Juga: Ngaku Sering Tidur Bareng Marshel Widianto, Celine Evangelista: Berkali-kali

Sumber: suara.com

Load More