SuaraSumedang.id - Isu politik identitas dan sara bukan barang baru di Indonesia.
Isu tersebut tentunya sangat berpotensi memicu terjadinya perpecahan di masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat menyelenggarakan diskusi dengan tajuk "Antisipasi Kerawanan Isu Politik Identitas dan Sara dalam Mewujudkan Pemilu 2024 yang Harmonis di Jawa Barat".
Sekadar informasi, diskusi tersebut digelar pada Sabtu (12/11/2022) di Graha HMI Bandung, Jawa Barat.
Dalam acara tersebut, turut dihadirkan beberapa narasumber yakni, Muradi Guru Besar Fisip Unpad, Rifqi Ali Mubarok Ketua KPU Jawa Barat dan Abdullah Dahlan Ketua Bawaslu Jawa Barat.
Ketua Pelaksana, Hilman Hadafi mengatakan, acara tersebut dihadiri peserta 100 orang secara hybird.
Lebih lanjut, kata Hilman, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam meminimalisir isu politik identitas terkhusus di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok mengatakan, isu politik identitas yang sifatnya negatif akan menimbulkan intoleransi.
Tidak hanya itu, dikatakan Rifqi, hal tersebut juga tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa yang toleran, saling menghormati dan kekeluargaan.
"Isu politik identitas negatif akan menyebabkan adanya intoleransi yang bertentangan dengan budaya bangsa yang toleran, saling menghormati dan mengedepankan rasa kekeluargaan," tutur Rifqi.
Sementara itu, Abdullah Dahlan mengatakan, proses pendidikan demokrasi dapat menjadi satu di antara cara yang dapat ditempuh untuk menghadapi persoalan tersebut.
"Akar isu politik identitas dan sara bukan semata-mata mengatasnamakan agama, namun juga menjadikan permasalahan sosial, seperti kemiskinan dan ketimpangan alasan. Oleh karenanya perlu membuka ruang dialog bagi masyarakat serta memasukkan ajaran nilai luhur ke mahasiswa yang baru masuk sebelum paham lain masuk ke pola pikir mereka," kata Abdullah Dahlan menerangkan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat, Firman Nasution mengatakan, usaha bersama seluruh elemen dapat menjadi kunci penanganan isu politik identitas.
"Kami bersyukur bahwa gerakan kami untuk meminimalisir isu politik identitas dan sara di Jawa Barat disambut baik oleh berbagai pihak," katanya.
Kendati demikian, Firman menegaskan perlunya masyarkat untuk saling bergandeng tangan dalam menangkal itu tersebut.
"Sejatinya seluruh elemen masyarakat mengutuk gerakan politik identitas dan sara yang tengah berkembang di masyarakat. Selanjutnya, perlu adanya langkah preventif secara sistemik dan terintegritas. Oleh karenanya, Badko HMI Jawa Barat sepakat dan berkomitmen untuk melawan politik identitas dan sara," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
-
Wanti-wanti Kerawanan Politik Identitas, Boni Hargens: Peran Oligarki Bertransformasi Pasca Orde Baru
-
Sinergi dengan Pemerintah, HMI Jawa Barat Harap Aksi Tanam Pohon Bisa Jadi Potensi Wisata di Kabupaten Garut
-
Niluh Djelantik Kena Hujatan Pendukung Anies, Dede Budhyarto: Memang Sadis!
-
Jelang Pemilu 2024, Wagub Jateng Minta Waga Waspadai Politik Identitas
-
Terungkap! Alasan PKS Mengelu-elukan Anies Baswedan, Mardani: Dia itu Kader Istimewa
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
PayLater Terbaik Tahun 2026 di Indonesia: Cara Memilih yang Tepat agar Belanja Makin Hemat
-
The Catalyst: Kenapa Semakin Dipaksa, Orang Justru Semakin Sulit Berubah?
-
Direstui Prabowo-DPR, Purbaya Bakal Datangi Kementerian-Lembaga Jika Lelet Belanja
-
Polisi Tutup Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya
-
Sword of Justice Rilis Season 1.3.1 ke Game, Update PVE Raid Baru hingga Hadiah Eksklusif
-
realme C100 Series Bawa Baterai Monster 8000mAh dan AI Gemini, Siap Cetak 'Champion' Masa Depan!
-
Tantangan Adopsi Toyota Hilux Listrik Bagi Pengusaha Akibat Selisih Harga
-
Viral Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ini Faktanya
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 415 Personel Gabungan Disiagakan
-
BUMN Kini Tak Boleh Bisnis Semaunya Sendiri, Harus Satu Arah yang Sama