SuaraSumedang.id - Kasus gugatan cerai yang dilayangkan oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya Dedi Mulyadi memasuki tahap mediasi.
Sidang gugatan cerai Anne Ratna Mustika ke Dedi Mulyadi belum lama ini baru saja digelar di Pengadilan Agama Purwakarta dengan agenda mediasi.
Sayangnya, pada agenda mediasi tersebut, baik dari pihak Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi tidak ada kesepahaman secara total alias medisi tersebut mentok.
Oleh sebab itu, agenda sidang berikutnya yang akan dijalani oleh Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi adalah soal pokok perkara.
Sekadar informasi, terkait dengan hak asuh anak terkhusus putri bungsu mereka, Ni Hyang Sukma akan diputuskan bersama dan terungkap dalam sidang kelima di Pengadilan Agama Purwakarta pada Rabu (16/11).
Jalannya sidang yang alot akan prinsip masing-masing, membuat sidang saat itu tak berlangsung lama seperti dilansir dari denpasar.suara.com, Jumat (18/11/2022).
Lebih lanjut, pihak Anne Ratna Mustika yang menyorot tajam soal keterbukaan manajemen keuangan dan KDRT dalam bentuk psikis.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi secara tegas membantah telah melakukan KDRT secara psikis terhadap istrinya tersebut.
Di lain sisi, momen menarik tersaji dalam sidang gugatan cerai Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Diberi Libur Latihan, Pemain Persib Pilih "Perang" di Cibiru, Kota Bandung
Diketahui, mantan Bupati Purwakarta tersebut datang ke Pengadilan Agama dengan menggunakan ojek online
"Ayo, aku naik Gojek, mau kemana coba?" demikian unggahan Kang Dedi Mulyadi dikutip dari akun instagramnya, Rabu (16/11). Sebelumnya Kang Dedi juga ke pengadilan dengan menaiki Angkot. (*)
Artikel ini telah tayang di denpasar.suara.com berjudul: Mentok dan Sama-sama Ngotot, Mediasi Neng Anne dan Kang Dedi
Berita Terkait
-
Anne Ratna Mustika Anggap Suami Tak Terbuka Soal Keuangan, Dedi Mulyadi: Kebahagiaan Harus Dibagi, Bukan Dimiliki Sendiri
-
Fakta-Fakta Gugatan Cerai Anne Ratna Mustika Atas Dedi Mulyadi, Ternyata Penyebabnya Beda Prinsip
-
Digugat Cerai, Dedi Mulyadi Sentil Guru Ngaji Anne Ratna Mustika: Ngasih Air Doa agar Anak Lupa Bapaknya, Nggak Boleh Itu
-
Terkuak 3 Alasan Anne Ratna Gugat Cerai Kang Dedi Mulyadi, Faktor Uang hingga Dugaan KDRT Psikis
-
Digugat Cerai Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi Bicara Pengorbanan untuk Keluarga
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran