SuaraSumedang.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi terbaru tentang gempa terkini yang kembali mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (22/11/2022).
Berdasarkan informasi terkini dilansir dari laman resmi bmkg.go.id, telah terjadi dua kali gempa bumi yang mengguncang Cianjur.
"Info gempa Magnitudo 2.9; 22/11/2022 terjadi pukul 13:43:27 WIB. Pusat gempa berada di darat 5 km Barat Laut Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman 9 km, titik koordinat: 6.82 LS-107.09 BT," dikutip dari laman resmi BMKG, pada Selasa (22/11/2022).
Kemudian, informasi gempa bumi di Kabupaten Cianjur terbaru, dengan kedalaman 7 kilometer dengan magnitudo 2.6.
"Info gempa Magnitudo 2.6; 22/11/2022 terjadi pukul 14:52:47 WIB. Pusat gempa berada di darat 8 km Barat Laut Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan kedalaman 7 kilometer, titik koordinat: 6.81 LS-107.06 BT," tambah keterangan info BMKG kedua.
Adapun gempa bumi pada pukul 13.43 WIB dengan magnitudo 2.9 guncangan terasa di wilayah Pacet II-III MMI, dan Ciherang II-III MMI.
Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau, dikhususkan bagi masyarakat Cianjur yang bermukim di daerah lereng-lereng perbukitan, dan di lembah atau bantaran sungai.
BMKG pun meminta masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewaspadai bencana alam lanjutan seperti tanah longsor, dan banjir bandang usai guncangan gempa magnitudo 5.6 kemarin.
Menurut Dwikorita, besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh pasca terjadi gempa bumi tersebut.
Baca Juga: Ayu Dewi Rela Diselingkuhi Tapi Tak Mau Dipoligami, Memangnya Apa Dampak Buruk Jadi Istri Pertama?
Hal ini, kata dia, dapat semakin diperparah dengan tinggi intensitas curah hujan yang berpotensi mengguyur wilayah Cianjur.
"Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin," kata Dwikorita, dilansir dari laman BMKG, Selasa (22/11/2022).
Dwikorita menyampaikan, banyaknya korban jiwa dalam peristiwa gempa Cianjur akibat tertimpa reruntuhan bangun yang tidak mampu menahan guncangan gempa.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengkonfirmasi ada sebanyak 163 korban yang meninggal dunia, dan 236 luka-luka akibat Gempa Cianjur.
"Untuk sementara jangan memaksakan kembali ke rumah jika bangunannya rusak atau retak-retak. Hingga pukul 06.00 WIB, 22 November 2022 sudah terjadi sebanyak 117 kali gempa susulan dengan terbesar tinggai getaran 4.2 dan terkecil 1.5 magnitudo," katanya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Siapa Dyastasita Widya Budi? Juri LCC 4 Pilar MPR RI yang Anulir Jawaban Benar Peserta
-
Aksi Bejat Pemulung: Cabuli Bocah 6 Tahun di Kamar Mandi Masjid Tanjung Senang
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Solar Mahal! Ini 5 Mobil Bekas 7 Penumpang yang Irit, Cocok untuk Gantikan Innova Diesel
-
Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden
-
Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Imigrasi Sumut Perkuat Koordinasi Instansi Pengawasan Orang Asing
-
Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I
-
Kapan Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah Indonesia? Ini Penjelasan Kemenag