SuaraSumedang.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peta bahaya gempa bumi Cianjur, Jawa Barat yang dipicu patahan Cugenang.
Berdasarkan pernyataan resmi BMKG, peta tersebut terbagi atas tiga zona kerentanan gerakan tanah, yakni Zona Terlarang (merah), Zona Terbatas (oranye), dan Zona Bersyarat (kuning).
Zona Terlarang memiliki luas 2,63 km persegi yang meliputi empat kecamatan, dan 12 desa tersebar dari Kecamatan Cilaku, khususnya di sebagian wilayah Desa Rancagoong, Kecamatan Cianjur sebagai dari Desa Nagrak, Kecamatan Cugenang sebagian dari Desa Cibulakan, Benjot, Sarampad, Gasol, Mangunkarta, Cijedil, Nyalindung, dan Cibeureum, Kecamatan Pacet sebagian dari Desa Ciputri, dan Ciherang.
Zona Terlarang memiliki kriteria zona dengan sempadan patahan aktif Cugenang 0-10 meter ke kanan, dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, yang merupakan zona kerentanan sangat tinggi akibat deformasi serta getaran gempa, dan/atau zona kerentanan tinggi gerakan tanah (longsor).
BMKG pun merekomendasikan agar Zona Terlarang harus dikosongkan dari keberadaan bangunan melalui program relokasi, dilarang pembangunan kembali, dan pembangunan baru untuk diprioritaskan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), monumen atau kawasan lindung.
Untuk Zona Terbatas memiliki sempadan aktif Cugenang 10 meter hingga 1 kilometer ke kanan, dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, merupakan zona kerentanan tinggi akibat deformasi serta getaran gempa, dan/atau merupakan zona kerentanan menengah gerakan tanah (longsor).
Adapun rekomendasi terhadap itu, dapat dibangung konstruksi dengan penerapan persyaratan yang sangat ketat untuk standar bangunan tahan gempa.
Serta dilarang pembangunan fasilitas sangat penting dan berisiko tinggi, seperti rumah sakit, sekolah bertingkat, fasilitas energi (kilang minyak), dan fasilitas sejenisnya.
Adapun Zona Bersyarat memiliki kriteria dengan sempadan aktif Cugenang lebih dari 1 kilometer ke kanan, dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, yang merupakan zona kerentanan menengah hingga rendah.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Januari 2023, Sagittarius Harus Meninggalkan Zona Nyaman
Rekomendasi BMKG di antaranya dapat dibangung konstruksi bangunan yang tahan gempa dan/atau tahan gerakan tanah.
Peta bahaya gempa bumi Cianjur yang dipicu patahan Cugenang dari BMKG ini dapat dimanfaatkan dalam upaya rekonstruksi, dan rehabilitasi di Kabupaten Cianjur.
Serta menjadi acuan penyempurnaan tata ruang wilayah Kecamatan Cugenang, demi mencegah kerusakan bangunan, lingkungan maupun korban jiwa.(*)
Sumber:ANTARA
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dugaan Pemerasan di Pemkab Pemalang, KPK Sita Dokumen hingga Rekaman CCTV Hotel
-
Teropong Pendidikan Kita: Membaca Wajah Pendidikan Indonesia 2006-2007
-
Purbaya Beberkan Fakta-fakta di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI 5,29% Q2 2026
-
Bos Persija Akui Dekati Justin Hubner, Keputusan Shin Tae-yong Jadi Kunci
-
Inovasi Bisnis Kreatif Isuzu Traga Putri Salon Studio Hadir di GIIAS 2026
-
Menjerit Harga Pakan Meroket! Ribuan Peternak di Sulsel Terancam Gulung Tikar
-
Prapanca Murka Pemain Persija Dituding Biang Kerok Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Bagaimana Cara Akurat Mengetahui Weton Tulang Wangi Seseorang?
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Pengalaman Baru Menjelajahi Destinasi Impian Bersama JETOUR Indonesia di GIIAS 2026