Seakan Ramadan terakhir
Menurut Abdul Somad, kalangan Islam memang ada yang membiasakan diri melakukan ziarah kubur sebelum Ramadan.
Itu boleh-boleh saja, dengan tujuan untuk mengingat kematian dan agar puasanya lebih khusyuk seakan Ramadan yang akan dijalani merupakan yang terakhir.
Menyambung silaturahmi
Menurut Abdul Somad, ziarah kubur itu intinya menjalin silaturahmi.
"Jadi pahamilah bahwa substansi makna dari ziarah kubur ini, menjalin silaturahim, merekatkan yang retak, menyambung yang patah, mendekatkan kembali yang jauh, dalam momen besar bernama ziarah kubur," kata Ustadz Abdul Somad.
Selanjutnya, Abdul Somad mengatakan apabila kita hendak melakukan ziarah kubur, hendaknya memperhatikan beberapa hal berikut.
- tetap menjaga adab-adab kubur, seperti mengucapkan salam saat memasuki area kuburan.
- tidak melangkahi, duduk atau memijak kuburan
"Kita harus tetap jaga dengan berada di tepi samping kiri, samping kanan, bagian kepala, bagian kaki," kata Ustadz Abdul Somad.
- membacakan Surah Yasin.
Membacakan surah Yasin untuk orang yang meninggal hingga kini masih menjadi perdebatan terkait sampai atau tidaknya amalan itu.
Namun, kata Ustadz Abdul Somad menurut sebuah dalil, membacakan surah Yasin untuk orang meninggal maka pahalanya akan tersampaikan.
- mendoakan yang sudah meninggal.
Menurut Abdul Somad, amal orang hidup mengalir kepada orang meninggal dunia. "Tidak ada ikhtilaf," kata Ustadz Abdul Somad.
- Tidak lakukan ritual musyrik
Saat ziarah kubur harus tetap menjaga tradisi ziarah kubur dengan benar dan jangan sampai ziarah kubur dijadikan ritual yang menuju ke arah kemusryikan.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
75 Rumah di Makassar Ludes Terbakar dalam 6 Bulan, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
-
Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam