SUARA SUMEDANG - Aktor, konten kreator serta pengusaha Muhammad Ibrahim atau kerap disapa Baim Wong dalam suatu kesempatan menunjukkan kekagumannya pada lagu milik musisi besar Virgiawan Liestanto yang dikenal sebagai Iwan Fals.
Bertemu dengan Iwan Fals secara langsung, Baim Wong mengakui bahwa dirinya sempat mendengar kembali lagu milik Iwan Fals berjudul 'Besar dan Kecil' yang terdapat dalam album 'Belum Ada Judul'.
Dituturkan kepada Iwan Fals, Baim ketika mendengar lirik dalam lagu itu, seolah dapat melihat jelas maksud dalam lagu tersebut dalam kehidupan sekitarnya.
"Saya mendengarkan lagi 'besar kecil', saya tadi juga merhatiinnya liriknya, bener-bener merhatiin banget dan itu memposisikan saya ke kehidupan sekarang kadang-kadang," ujar Baim Wong seperti dikutip sumedang.suara.com dari YouTube Baim Paula pada Rabu, (12/4/2023).
Dalam benaknya, suami dari Paula Verhoeven itu seperti melihat bagaima pergulatan yang dirasakan orang kecil ketika berhadapan dengan orang besar.
"Saya mendengarkan lagi 'besar kecil', saya tadi juga merhatiinnya liriknya, bener-bener merhatiin banget dan itu memposisikan saya ke kehidupan sekarang kadang-kadang," ujar Baim.
Hal itu kemudian membuat Baim Wong penasaran dan bertanya soal alasan Iwan Fals membuat lagu tersebut.
Menjawab pertanyaan Baim, Iwan Fals mengakui bahwa isi lagu tersebut memang masih dapat dilihat saat ini.
Dikatakan Ayah dari almarhum Galang Rambu Anarki itu, lagu Besar dan Kecil tersebut memang memperlihatkan orang kecil yang sulit ketika mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang besar.
Baca Juga: Pakai Blazer Tampak Bagian Dada, Busana Nagita Slavina di Video Ini Jadi Perdebatan
"Semua punya potensi untuk berbuat jahat maupun yang besar, maupun yang kecil, tapi kecenderungannya yang kecil lebih gak punya kesempatan untuk berdayalah gitu kan," ujar Iwan Fals.
"Jadi oleh karena itu ya yang besar tanda kutip lah ya itu butuh ekstra perhatian lah. Jangan mentang-mentang besar gitu kan, ada kesan begitu, apa lagi ada kata-kata sombong," tambahnya.
Sebab itu pula dalam liriknya Iwan Fals menggunakan kata dinosaurus yang menunjukkan gambaran orang besar yang menakutkan.
"Ada perumpamaan dinosaurus lah," kata Baim Wong.
Terhadap hal itu, Iwan Fals pun membenarkannya sebagai bentuk perumpamaan bagi orang besar.
Sebab itu dalam pesannya, ia mengingatkan agar orang besar tidak boleh hidup dengan memperlakukan orang kecil sembarangan.
"Serem kan gede (dinosaurus), mentang-mentang menakutkan, lu sembarangan," ujar Iwan Fals. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?