SUARA SUMEDANG - Francesco Bagnaia menilai tim Ducati perlu melakukan perbaikan lebih lanjut pada motor Desmosedici GP 23, yang menjadi tunggangannya untuk kompetisi MotoGP 2023.
Sebab, pebalap tim Ducati Lenovo itu sempat mengalami insiden kecelakaan berkali-kali pada beberapa ronde balapan MotoGP 2023 terakhir.
"Saya harus benar-benar berharap tim saya akan membantu saya, karena saya yakni bahwa potensi dan performa GP 23 luar biasa," kata Bagnaia, dikutip dari laman MotoGP.
"Itu adalah motor terbaik yang pernah saya kendarai. Tapi selama balapan, itu adalah sesuatu yang kami harus pahami apa yang sedang terjadi," tambahnya.
Pebalap 26 tahun itu kemudian menerangkan, perubahan pada GP 23 miliknya harus dilakukan untuk putaran berikutnya di MotoGP Spanyol 2023.
Hal tersebut, lanjut Bagnaia, jika dirinya dan tim ingin menghilangkan potensi terjatuh saat mentas di atas lintasan.
"Sejujurnya motor sempurna. Tapi, jika Anda crash dan kehilangan 45 poin dalam dua akhir pekan terakhir, maka ada sesuatu yang tidak sempurna di dalamnya," ucap juara dunia MotoGP 2022 itu.
"Saya memberikan banyak kepercayaan pada motor saya, tapi mungkin (motor ini) terlalu stabil. Dan ini adalah sesuatu yang Anda bisa sebut saya gila setelah mengatakan itu," katanya.
"Tapi saat ini, saya lebih memilih untuk lebih banyak saran atau umpan balik," sambungnya.
Baca Juga: Mantan KSAL Era Megawati dan SBY Resmi Gabung Ganjarian Spartan
Adapun Pecco telah kehilangan potensi 45 poin pada dua balapan terakhir MotoGP Argentina dan Amerika Serikat.
Kedua kegagalan tersebut dinilai cukup identik, mengingat sang juara bertahan itu begitu mendominasi di sesi latihan bebas, dan Sprint Race.
Akan tetapi, di balapan utamanya ia pasti terjatuh di momen-momen krusial.
Crash di Austin kemarin adalah balapan keenam dia tersingkir dari balapan sejak awal tahun lalu, yakni di Qatar, Le Mans, Sachsenring, Jepang, dan Argentina.
Hal itu tentu menimbulkan pertanyaan yang jelas dari media maupun penggemar mengapa insiden serupa terjadi lagi.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Saya terus mendorong, mengendalikan, dan memahami (balapan dan motornya)," kata dia.
"Dan kemudian dalam balapan ketika saya dalam kendali penuh, saya terjatuh. Jadi saya sangat marah, tidak dengan diri saya sendiri, karena saya 100 persen yakin itu bukan kesalahan saya hari ini," tambahnya. (*/ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda