/
Selasa, 02 Mei 2023 | 10:23 WIB
KBP Achiruddin Hasibuan saat mengendarai Harley (Instagram @achiruddinhasibuan)

SUARA SUMEDANG – Publik dibuat geger dengan aksi pamer kekayaan yang dilakukan oleh AKBP Achiruddin Hasibuan dan juga membiarkan anaknya Aditya melakukan penganiayaan Ken Admiral.

Usut punya usut KPK (Komusi Pemberantasan Korupsi) telah mendengar pengaduan masyarakat dan kini fokus mereka ialah melakukan pemeriksaan tahap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik AKBP Achiruddin Hasibuan.

"Sejauh ini, KPK akan fokus lebih dahulu soal pemeriksaan LHKPN-nya (AKBP Achiruddin) sesuai kewenangan yang KPK miliki," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/5/2023).

Lebih lanjut, KPK telah membentuk tim khusus yang akan menangani, memeriksa dan mencari data lanjutan atas laporan kekayaan ayah Aditya.

"Sudah dibentuk tim pemeriksa yang akan melakukan pencarian data lanjutan dan pemeriksaan faktual sebagaimana LHKPN yang bersangkutan," kata Ali.

Diketahui jika Deputi Bidang Penindakan dan Monitoring KPKP Pahala Nainggolan telah bergerak untuk mengumpulkan data dari perbankan serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang berkaitan dengan sosok AKBP Achiruddin.

Kemudian Pahala Nainggolan menuturkan jika KPK telah membentuk tim dan membuat surat tugas untuk klarifikasi LHKPN milik Achiruddin Hasibuan.

“Benar (KPK sudah membentuk tim dan membuat surat tugas untuk klarifikasi) dan sudah mulai pengumpulan data perbankan, BPN, dan sebagainya,” kata Pahala dihubungi di Jakarta, Jumat (28/4/2023).

Sebagai informasi tambahan data LHKPN yang dilaporkan oleh AKBP Achiruddin Hasibuan tercatat jumlahnya Rp467.548.644.

Baca Juga: Terjebak dalam Perasaan Ingin Berhubungan Intim dengan Seseorang? Jawab Dulu 6 Pertanyaan Berikut sebelum Melakukannya!

Sementara PPATK mengkonfirmasi jika telah memblokir dua  rekening milik Ayah Aditya dengan jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah.

“Benar (diblokir), dari dua rekening yang diblokir, nilainya puluhan miliar,” kata Koordinator Kelompok Kehumasan PPATK Natsir Kongah dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (27/4).(*)

Load More