SUARA SUMEDANG - Surat pengunduran Dedi Mulyadi dari Partai Golkar beberapa waktu lalu menuai sorotan publik.
Tidak diketahui secara pasti alasan sosok yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu keluar dari partai Golkar.
Keputusan Dedi Mulyadi keluar itu, sekilas berbanding terbalik dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang justru masih terbilang belum lama ini bergabung dengan Golkar.
Keputusan Dedi Mulyadi keluar Golkar menimbulkan beragam spekulasi di publik, salah satunya soal peluang menjadi Jabar 1 atau Gubernur Jawa Barat selanjutnya.
Terlepas soal itu, hingga kini, langkah politik Kang Dedi Mulyadi masih menjadi misteri soal kepada partai apa ia akan berlabuh dan mendapat dukungan untuk meneruskan karir politiknya.
Terbaru, dalam sebuah unggahan video di Instagram, Dedi Mulyadi mengungkapkan sesuatu yang tak diketahui bermaksud politis terkait keputusannya keluar Golkar atau tidak.
Namun ungkapan soal jangan menyia-nyiakan sesuatu selagi ada menjadi menarik perhatian di tengah kabar keputusan keluar dari partai identik dengan warna kuning tersebut.
Di Instagram, Dedi Mulyadi mengaku sedang tak ingin diganggu, sesuai dengan lirik lagu 'ikan di dalam kolam' yang dinyanyikannya.
Selain itu ia berpesan agar hidup itu harus disyukuri dan dihadapi apapun yang terjadi, serta harapan besarnya dalam melanjutkan masa depan.
"Saya hari ini memiliki harapan di masa depan. Semoga masa depan jauh memberikan kebahagiaan bagi orang banyak, membuat seluruh masyarakat menjadi istimewa," ucap Dedi Mulyadi.
"Dan ada satu hal dalam hidup ini yang harus kita renungi, kalau lagi ada jangan suka disia-siakan. Karena kalau sudah tidak ada kita akan kehilangan," sambungnya dengan ditimpali potongan lagu Rhoma Irama bertajuk 'Kehilangan'.
"kalau sudah tiada baru terasa, nah," tambah Dedi Mulyadi seperti dikutip dari akun Instagramnya pada Minggu (14/5/2023).
Serupa dengan pesan dalam video, dalam keterangan tertulis Dedi Mulyadi juga menarasikan hal serupa.
"Jangan ganggu ketenangan ikan di kolam. Kalau sudah pergi, sulit untuk kembali." sebut Dedi dalam keterangan tertulisnya.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Maula Akbar Anak Dedi Mulyadi yang Cabut dari Golkar
-
Ngambek, Dedi Mulyadi Sentil Perubahan Kebun Teh jadi Lahan Sayur di Subang Berpotensi Longsor: Anak SD aja Ngerti!
-
Ramai Surat Pengunduran Diri dari Golkar, Kang Dedi Mulyadi Pamit di Instagram hingga Dikomentari Netizen Jadi Gubernur Jabar
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring