/
Rabu, 17 Mei 2023 | 09:01 WIB
Aksi Thudong yang dilakukan 32 Biksu dari Thailand menarik perhatian warga, (@Maya mix channel)

SUARASUMEDANG – Belakangan ini aksi thudong, perjalanan spiritual yang dilakukan oleh para biksu menarik perhatian. Tak sekedar perjalanan spiritual biasa, 32 biksu yang ikut terlibat dalam aksi ‘thudong’ ini harus menempuh jarak berkilo – kilo meter menuju perhentian terakhir, Candi Borobudur sebelum pada hari raya Waisak.

Disinyalir mereka telah melintasi beberapa Negara yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Mereka berjalan kaki dari Thailand – Singapura kemudian transit ke batam memakai kapal dan terbang ke Jakarta.

Perjalanan ini telah mereka lakukan sejak tanggal 23 maret 2023 hingga diperkirakan akan tiba pada 31 mei – 1 juni 2023, sebelum hari waisak yang jatuh pada tanggal 4 juni 2023.

Aksi thudong ini sempat terhenti akibat covid-19 yang melanda lalu diadakan kembali setelah 2 tahun lamanya.

Para biksu yang mengikuti aksi ini bukanlah biksu sembarangan, melainkan biksu – biksu terpilih dan berpengalaman. Selain itu, biksu yang turut serta mengikuti kegiatan ini tidak memiliki paksaan dari manapun kecuali keinginan mereka sendiri.

Biksu – biksu yang mengikuti aksi keagamaan ini harus menanggung resiko seperti cuaca yang tidak menentu. Karena beberapa daerah yang mereka lewati suhunya bisa mencapai 40 derajat. Tak hanya itu, para biksu juga tidak membawa bekal ataupun uang sehingga mengharuskan mereka bergantung pada pemberian dari penduduk serta kaum Buddha

Sama seperti yang dilakukan oleh warga – warga Indramayu yang menyambut hangat kedatangan para biksu yang telah berjalan kaki sejauh 2.000 KM lebih. Para warga juga memberikan makanan, minuman hingga menawarkan tempat sebagai persinggahan sejenak.

Kini para biksu kabarnya sedang bermalam di vihara budi asih Jatibarang dan akan melanjutkan perjalanannya pada dini hari pukul 04.00 WIB ke arah Cirebon. Sikap ramah dan sangat toleran dapat dirasakan oleh para biksu maupun warganet. 

Berdasarkan video yang bersumber dari akun Youtube @maya mix channel, Nampak mobil – mobil polisi beserta ambulance turut menemani perjalanan mereka hingga akhir. Sandiaga Uno dan Kemenparekraf akan menyambut kedatangan para biksu yang berjalan kaki dari Thailand.

Baca Juga: Berani dan Merakyat, Gerindra Identikan Kriteria Jokowi dengan Prabowo

Aksi thudong ini juga memecahkan rekor muri karena telah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.

Fenomena ini seakan menjadi pendingin suasana dari politik yang terus menerus membawa agama sebagai senjata, saling menyakiti, memuja agama yang berlebihan dan lain sebagainya. Bahwasanya manusia itu sama saja hanya saja kadar keimanan seseorang sajalah yang membedakan. Sisanya tidak. Kami bersaudara.

Load More